BIMP EAGA

7 Isu Strategis dibahas Pertemuan BIMP EAGA, Sutarmidji Sebut Bukan Hanya Bicara Tentang Kalbar Saja

“Kita tidak bicara hanya untuk Kalbar saja, tapi bicara tentang Indonesia terutama anggota dari BIMP EAGA ini. Saya rasa itu akan dibicarakan ditingka

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Istimewa
Wapres KH Ma'ruf Amin bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono pada Rabu 23 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertemuan Tingkat Menteri BIMP EAGA ke-25 yang digelar di Kalimantan Barat sudah berlangsung selama dua hari.

Berbagai acara pertemuan ditingkat Eselon I sudah mulai dilaksanakan untuk prmbahasan berbagai iau strategis antar negara.

Dalam pertemuan ini yang berlangsung di Pontianak, Kalbar. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan ada tujuh isu strategis yang menjadi fokus bahasan mulai dari pariwisata, ekonomi , perdagangan, industri , kelistrikan dan lingkungan.

“Kita tidak bicara hanya untuk Kalbar saja, tapi bicara tentang Indonesia terutama anggota dari BIMP EAGA ini. Saya rasa itu akan dibicarakan ditingkat Eselon I ,”ujarnya saat ditemui di RSUD Soedarso Pontianak, Kamis 24 November 2022.

Apabila setelah ada kesepakatan baru lah nantinya akan diketok sebagai pedoman kerjasama selama setahun kedepan pada Sabtu 26 November 2022.

Sebelumnya, ada satu Pengamat di Kalbar yang mengatakan untuk saat ini yang terdesak itu adalah terkait pembangunan Runway. Midji mengatakan terkait Runway itu merupakan urusan Menteri Perhubungan.

“Nambah 350 meter saja susah dan lama nya bertahun-tahun. Tapi kenapa daerah lain setahun, dua tahun bisa selesai. Ini kan kerjaannya Menhub, artinya kalau mau dibangun ya dibangun jangan lama-lama. Kalau tidak ya tidak usah, supaya orang tidak berharap,”tegasnya.

Menko Airlangga Hartanto Akan Hadiri BIMP EAGA Ke-25 di Pontianak Hari Ini

Ia menegaskan untuk Pembangunananya lama bahkan sebelum ia menjabat dikatakannya sudah ada rencana mau dilakukan pembangunan ditambah 250, dan sekarang ditambah menjadi 2500.

Lalu, apabila ingin bandara berbadan lebar, ada embargasi umroh langsung Madinah dan Jedah harus menambah 2.300, kalau lebar dikatakannya tidak masalah hanya 45.

“Tapi ini adalah kewenangan Menhub bahkan sekarang Malaysia sudah minta penerbangan Kuching Pontianak, Kuala Lumpur Pontianak dihidupkan kembali,”pungkasnya.

Begini Reaksi Delegasi Malaysia Saat Beli Tas Kulit Kayu Kapuak Mempawah pada BIMP EAGA di Pontianak

Sebelumnya, Sekda Provinsi Kalbar Harisson mengatakan adapun tujuh isu strategis tersebut yang akan dibahas diantaranya tentang Peningkatan pembangunan Aruk Sambas International Freight Terminal.

Kedua, Community Based Eco Tourism (CBET) Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ketiga Pembangunan Nanga Badau International Freight Terminal, keempat Peningkatan Bandara Internasional Supadio di Kabupaten Kubu Raya, serta yang kelima terkait Kerja sama bidang kelistrikan antara Kalbar dengan Sarawak Malaysia yang sudah beroperasi sejak 21 April 2016.

Selanjutnya, untuk pembahasan yang keenam terkait Entikong Tebedu sebagai Spesialis Border Economic Zone (SBEZ), ketujuh Penandatanganan letter of intent (Lol) One Borneo Quarantine Initiative, untuk integrasi karantina BIMP-EAGA di wilayah Borneo. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved