Lokal Populer

Isu Ekonomi dan Lingkungan Poin Utama Pembahasan Dalam BIMP-EAGA ke 25

Sutarmidji menyampaikan Kalbar hanya sebagai tuan rumah, dan ini dibidangi dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian

Tribunpontianak/Tri Pandito Wibowo
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat melakukan doorstop oleh wartawan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Tinggal hitungan hari tamu dari Forum bergengsi Brunei Darussalam- Indonesia- Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area ( BIMP-EAGA ) ke-25 akan tiba di Pontianak, Kalbar.

Seperti diketahui bahwa Provinsi Kalimantan Barat akan menjadi tuan rumah pada Forum bergensi BIMP-EAGA ke-25 yang rencananya akan digelar pada 23 - 26 November 2022 mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan Kalbar hanya sebagai tuan rumah, dan ini dibidangi dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Jadi kita hanya tuan rumah, sebagai tuan rumah kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa Kalbar ini semakin dilirik,”ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa 15 November 2022.

Sejumlah Nama Calon PJ Wali Kota Singkawang

Ia mengatakan bahwa pada pertemuan tingkat ASEN ini akan berlangsung beberapa hari di Kalbar.

Hal tersebut menandakan semakin hari Kalbar semakin maju apalagi pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan ketiga sudah 6,48 di atas rata-rata nasional.

“Nah biasanya triwulan empat itu lebih tinggi lagi karena belanja pemerintah sangat besar. Kemudian nanti kalau seluruh ekspor produksi apapun di Kalbar akan tecatat dari pintu ekspor Kalbar, tentu itu akan membuat lebih bagus lagi pertumbuhan ekonomi Kalbar,”ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sekarang dari hampir 6 juta ton CPO, yang baru tercatat di Kalbar belum sampai 1 juta ton, dimana masih tercatat di tempat lain.

“Karena Pelabuhan Pontianak Terminal Kijing kan baru beroperasi, kemudian bauksit juga kalau nanti dilarang ekspor mentah itu lebih bagus lagi, karena kalau dia jadi alumina itu nilai tambahnya 7,2 kali dan kalau jadi alumunium nilai tambah menjadi 19,2 kali. Inllah yang nanti membuat tampilan ekonomi Kalbar semakin baik,”ujarnya.

Pada perhelatan bergengsi BIMP-EAGA ke -25 di Kalbar, tentu akan banyak isu yang dibicarakan diantaranya tentu terkait isu ekonomi, isu lingkungan, bahkan semua.

“Jadi isu ekonomi, lingkungan itu yang paling utama dibicarakan. Kalau sekarang kan seluruh dunia bicara isu ekonomi dan lingkungan,”pungkasnya.

Berdampak Pada Indonesia

Rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sedang berlangsung saat ini di Bali, Selasa 15 November 2022.

Mengenai KTT G20 di Bali, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan tentunya imbas dari Pertemuan tingkat dunia di Indonesia ini pasti berdampak ke seluruh negara termasuk Indonesia.

Festival Danau Sentarum Akan Tetap Digelar Pada 1 Hingga 4 Desember 2022

“Karena kita sebagai negara anggota. Pertemuan itu membicarakan kerja sama ekonomi, sosial dan lain sebagainya. Kalau investasi Kalbar jika melihat pertumbuhan ekonomi, saya yakin Kalbar juga punya potensi yang sangat besar,”ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur, Selasa 15 November 2022.

Karena dikatakannya negara-negara tujuan ekspor hasil perkebunan, dan tambang di Kalbar itu adalah negara-negara yang menjadi anggota G20 seperti China , Jepang.

“Tentu ini pasti ada pengaruhnya,”pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved