Natal dan Tahun Baru

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023 Status PPKM Dievaluasi, Pemerintah: Waspada Lonjakan Covid-19

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 tinggal menghitung hari, pemerintah kembali mengevaluasi status PPKM.

Editor: Rizky Zulham
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi PPKM - Jelang Natal dan Tahun Baru 2023 Status PPKM Dievaluasi, Pemerintah: Waspada Lonjakan Covid-19. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 tinggal menghitung hari, pemerintah kembali mengevaluasi status PPKM sebagai bentuk evaluasi terhadap ancaman lonjakan kasus Covid-19.

Pemerintah mengevaluasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM menyusul meningkatnya kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu diungkap oleh Wakil Presiden Maruf Amin.

Menurutnya, level PPKM di berbagai daerah dapat ditingkatkan bila kasus Covid-19 terus merangkak naik.

"Kami masih memberlakukan tingkat level satu di berbagai daerah," kata Ma'ruf dalam keterangan pers di Tangerang Selatan, Jumat 11 November 2022.

Syarat Naik Pesawat Terbaru Usai PPKM Kembali Diperpanjang, Kini Wajib PCR dan Antigen Lagi?

Artinya, kita masih tetap mewaspadai dan tidak mustahil nanti kalau ada kenaikan mungkin kita akan mengevaluasi lagi," lanjutnya.

Kementerian Kesehatan mencatat, kasus konfirmasi mengalami peningkatan sebanyak 47,23 persen, didominasi oleh subvarian BA.4 dan BA.5.

Sementara itu, subvarian XBB sudah mulai tampak di pertengahan Oktober.

Terdapat 48 kasus subvarian XBB maupun XBB1 yang ditemukan dari pemeriksaan pemantauan world genome sequencing, yang berasal dari DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat.

Ma'ruf menuturkan, pemerintah terus memperhatikan kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian XBB serta tingkat bahayanya subvarian baru tersebut.

Pemerintah juga belum memutuskan ada atau tidaknya pengetatan mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru pada Desember 2022 bulan depan.

Akan tetapi, Ma'ruf berpesan agar perayaan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan dengan tertib dan mengedepankan protokol kesehatan supaya tidak menyebabkan lonjakan kasus.

Menurut dia, pergerakan masyarakat akan selalu meningkat di setiap hari raya keagamaan, tetapi masyarakat harus tetap mewaspadai ancaman Covid-19.

"Masyarakat jangan sampai abai, jangan sampai lalai, jangan sampai (lengah). Ancaman (Covid-19) ini masih ada," kata Ma'ruf.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved