Natal dan Tahun Baru

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023 Status PPKM Dievaluasi, Pemerintah: Waspada Lonjakan Covid-19

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 tinggal menghitung hari, pemerintah kembali mengevaluasi status PPKM.

Editor: Rizky Zulham
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi PPKM - Jelang Natal dan Tahun Baru 2023 Status PPKM Dievaluasi, Pemerintah: Waspada Lonjakan Covid-19. 

"Sebab ini yang paling rentan itu yg belum divaksin dan yang sudah divaksin wajib supaya di-booster. Bahkan sekarang ada pikiran untuk menambah booster lagi, dua kali booster-nya," ujar dia.

Berubah! Aturan PPKM Terbaru Seluruh Indonesia sampai Tanggal 21 November 2022

Waspada Lonjakan Akhir Tahun

Kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal kembali melonjak dan memuncak pada akhir tahun menyusul tingginya kasus saat ini akibat mutasi subvarian Omicron.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, prediksi ini bisa terjadi dengan aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat di akhir tahun.

"Seperti yang pernah disampaikan, aktivitas kan paling meningkat di akhir tahun.

Kemungkinan di akhir tahun ada peningkatan (kasus)," kata Nadia saat ditemui di gedung Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Selasa 8 November 2022.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan ada risiko kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia mulai akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023.

Sebab, saat ini, kenaikan kasus harian Covid-19 sudah menembus 5.000 kasus.

Kenaikan ini pun dipengaruhi oleh subvarian baru Omicron yang menyebar dan masuk ke Indonesia.

"Memang risiko untuk ada lonjakan bisa terjadi, Desember, Januari, Februari," kata Budi saat media visit ke Menara Kompas, Jakarta, Jumat 4 November 2022.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, ada tiga subvarian baru yang telah masuk ke Indonesia, yaitu XBB, XBB.1, dan BQ.1.

Subvarian Omicron XBB dan XBB.1 yang banyak dan menyebar di Singapura sudah masuk ke Indonesia.

Begitu pula dengan BQ.1 yang awalnya menyebar di Eropa dan di negara-negara Amerika Serikat.

"Ada 3 varian baru yang sudah masuk ke Indonesia yang menyebabkan (kasus konfirmasi) ini naik.

Tiga- tiganya sudah ada di Indonesia, ini yang menyebabkan kenaikan," ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved