Lokal Populer

Banjir di Ketapang Ganggu Kegiatan Pendidikan, Banjir Mulai Meninggi di Putussibau Utara

Waka Kesiswaan SMPN 03 Sungai Laur Ruhadi Usman mengatakan, sekolahnya seharusnya menjadi lokasi ANBK untuk sejumlah SD

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Ruhadi
Pelaksanaan ANBK di Salah Satu Kafe Terpaksa Dilakukan oleh sejumlah siswa SD di Sungai Laur Ketapang. Foto Ruhadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sejumlah SD di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat terpaksa dialihkan ke salah satu Kafe di pusat Kecamatan Sandai.

Hal itu terjadi akibat bencana banjir yang merendam sebagian besar sekolah di kecamatan tersebut.

Waka Kesiswaan SMPN 03 Sungai Laur Ruhadi Usman mengatakan, sekolahnya seharusnya menjadi lokasi ANBK untuk sejumlah SD.

Namun kondisinya kini masih terendam banjir, sehingga ANBK dialihkan ke sebuah Kafe di pusat kecamatan terdekat.

"Jadi kami terpaksa memilih Kafe Pancur di Desa Istana di Kecamatan Sandai untuk kami jadikan lokasi ANBK. Untuk hari ini, ada 13 orang siswa kelas 5 yang ikut ANBK dari SDN 06 Sungai Laur," kata Ruhadi, Senin 24 Oktober 2022.

Banjir di Sejumlah Wilayah di Kalbar Mulai Surut

Selain bencana banjir yang masih merendam sekolah, listrik PLN biarpet dan sinyal internet yang belum stabil membuat proses ANBK tidak bisa dilaksanakan di sekolah.

Akibatnya, pihak sekolah terpaksa mengangkut semua peralatan, termasuk perangkat komputer untuk keperluan ANBK ke Kecamatan Sandai.

"Kami dewan guru SMPN 3 Sungai Laur berharap ada bantuan speed boat dari pemerintah supaya nyaman mengangkut siswa, barang dan peralatan. Sejak tadi malam kami nyari pinjaman speed boat, tidak dapat-dapat, baru dapat jam 7 hampir setengah 8 baru dapat, jadi itu kendalanya," jelasnya.

Pelaksanaan ANBK, lanjut Ruhadi, akan dilaksanakan hingga 5 November mendatang.

Dewan guru SMPN 03 Sungai Laur, memfasilitasi lima sekolah dasar yang melaksanakan ANBK tersebut.

"Kalau kondisi sekolah masih terendam, sudah dua minggu lebih tidak ada proses belajar mengajar. Di halaman sekolah, ketinggian air 1 meter lebih, bahkan ada 1 komputer yang terendam kemarin," pungkasnya. 

Banjir di Kapuas Hulu

Saat ini kondisi debet air sungai Sibau mengalami kenaikan, sehingga merendam sejumlah bangunan dan ruas jalan di Desa Tanjung Lasa dan Desa Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, Senin 24 Oktober 2022.

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, tingginya debet air sungai Sibau diakibatkan curah hujan pada Minggu 23 Oktober 2022 malam.

"Biasanya debet air seperti ini tidak terlalu lama, asalkan tidak terjadi hujan lagi di daerah perhuluan sungai Sibau, maka besok atau lusa sudah berangsur surut," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Akibat debet air sungai Sibau meninggi, secara otomatis debet air sungai Kapuas juga ikut meninggi, karena sungai Sibau merupakan salah satu anak sungai Kapuas.

"Namun dari pada itu, masyarakat perhiliran sungai Sibau diantaranya wilayah Putussibau, tetap harus waspada terhadap meluapnya debet air sungai Sibau, karena bisa terjadi banjir di Kapuas Hulu," ucapnya.

Terpenting lagi adalah kata Gunawan, jaga anak-anak agar tidak terlalu berani main atau mandi di kondisi debet air sungai masih tinggi.

"Kecuali dipantau terus orang tua itu sendiri," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved