Lokal Populer

Ubah Daerah Rawan Banjir Dengan Perbanyak Daerah Resapan Air

Banjir yang terjadi saat ini karena curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, di hampir seluruh wilayah di Kalbar

Istimewa
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 12 Oktober 2022 siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Barat masih berlangsung. Pengamat Hidrologi Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Henny Herawati beri penjelasan.

Banjir yang terjadi saat ini karena curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, di hampir seluruh wilayah di Kalbar.

"Terkait penanganan, karena banjir sedang terjadi artinya saat ini kita berbicara tentang upaya mengurangi kerugian akibat bencana banjir, yaitu bagaimana caranya korban menghindari lokasi banjir," ujal Henny Herawati kepada Tribunpontianak Senin 17 Oktober 2022.

"Terkait penanganan pasca banjir, tentunya kita harus mengubah daerah rawan banjir menjadi daerah yang banyak resapan," lanjutnya.

Banjir di Sintang Berangsur Surut, Tatang Bersyukur Banyak Dibantu Orang Baik

Henny Herawati menyebut bahwa perlu adanya tempat penampungan air hujan dalam skala besar. Maka dari itu, pemerintah dapat sesegera mungkin mencari tempat penampungan tersebut.

"Untuk skala besar karena air hujan harus ada tempat tampungan, maka selanjutnya perlu dicari tempat menampung hujan sementara itu di mana, seperti pembangunan reservoir pada daerah cekungan," tambahnya.

"Pembangunan reservoir dapat memperlambat aliran yg masuk ke badan sungai secara cepat. Saat ini air hujan jatuh ke bumi,  langsung ke sungai sebagai air limpasan, yg dapat menyebabkan banjir," jelasnya.

Henny Herawati juga meminta agar pengelolaan sumberdaya air harus dilakukan secara menyeluruh.

"Selalu kita sampaikan, bahwa pengelolaan sumberdaya air harus dilakukan secara menyeluruh dan terus menerus. Demikian juga untuk mengendalian daya rusak seperti banjir, terhadap daerah-daerah yang rawan banjir di perhuluan perlu mendapat penanganan yg terpadu dan terus menerus dalam satu pengelolaan. Terutama pada daerah yang memang telah terjadi perubahan tutupan lahan," katanya.

Beradaptasi Dengan Lingkungan

Ia mengatakan agar masyarakat dapat mengamankan diri dari banjir. Sebab, masyarakat harus dapat beradaptasi dengan lingkungan.

"Untuk sementara waktu upaya yang harus dilakukan masyarakat ialah mengamankan diri dari bencana banjir. Sejak tahun lalu kita sudah mengatakan masyarakat harus beradaptasi dengan lingkungan yaitu dengan melakukan penanggulangan banjir secara partisipatif atau usaha masyarakat sendiri," tuturnya.

Henny Herawati kemudian memberikan contoh yakni Kabupaten Kapuas Hulu yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang mudah manjir.

"Seperti di daerah Kapuas Hulu dengan kearifan lokal, misalnya ada bagian-bagian yang ditinggikan di dalam rumah. Artinya kita dapat beradaptasi dengan keadaan yang sekarang, pembangunan rumah panggung patut dipertahankan,"

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved