Banjir di Sintang Berangsur Surut, Tatang Bersyukur Banyak Dibantu Orang Baik

Data yang dihimpun, jumlah jiwa yang terdampak mengalami penurunan dibandingkan Minggu, 16 Oktober 2022 dari 20.054 jiwa berkurang menjadi 19. 751 jiw

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Prokopim Sintang
Camat Sintang, Tatang Supriyatna bersama tim BPBD menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. Banjir di Kecamtan Sintang, berangsur surut. Namun, beberapa jalan dan pemukiman khususnya yang berada di bantaran sungai Kapuas dan melawi masih terendam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Banjir di Kecamtan Sintang, berangsur surut. Namun, beberapa jalan dan pemukiman khususnya yang berada di bantaran sungai Kapuas dan melawi masih terendam.

Pemerintah Kecamatan Sintang juga terus bekerja keras memberikan pelayanan kepada terdampak banjir dengan menyediakan tenda, mendistribusikan bantuan, berkeliling ke lokasi pengungsian serta berkoordinasi dengan banyak pihak untuk bersama-sama meringankan beban warga.

Camat Sintang, Tatang Supriyatna mengaku beruntung banyak dibantu oleh orang baik yang selalu siap memberikan bantuan dalam berbagai bentuk selama dilanda bencana alam banjir. “ Ada yang menyumbangkan tenaganya, materi dan ide-ide untuk membantu warga,” ujarnya, Senin 17 Oktober 2022.

Dalam dua hari terakhir, banjir surut signifikan. Namun, kata Tatang jumlah pengungsi masih relatif banyak.

Data yang dihimpun, jumlah jiwa yang terdampak mengalami penurunan dibandingkan Minggu, 16 Oktober 2022 dari 20.054 jiwa berkurang menjadi 19. 751 jiwa pada Senin, 17 Oktober 2022. Jumlah KK menurun dari 5. 951 KK menjadi 5. 827 KK. Jumlah rumah yang terdampak kami rekap masih sama yakni 154 unit.

Bappeda Sintang Gekar Lokakarya, Susun Draf Final Rencana Penganggulangan Kemiskinan Hingga 2026

“Jumlah gedung sekolah yang terdampak juga menurun dari 30 unit menjadi 27 unit lagi. Rumah ibadah, kemarin masih ada 40 unit, hari ini sisa 39 unit yang masih terdampak banjir,” beber Tatang.

Sementara jumlah pengungsi total sebanyak 288 kepala keluarga atau 1.077 jiwa. Sebagian besar tresebar di desa dan kelurahan yang terdampak banjir.

Warga mengungsi mandiri. Ada yang tempat keluarga, di surau, sekolah, hingga mendirikan tenda darurat dan posko yang disiapkan pemda.

“Kami terus memantau perkembangan banjir dan juga berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi dengan cara berkoordinasi dan berkomunikasi dengan banyak pihak. Semoga banjir terus surut dan kembali ke kondisi normal,” ujar Tatang. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved