Pola Hidup Sehat

Mengenal Sindrom Pramenstruasi, Alasan Mengapa Wanita Mudah Marah Jelang Haid

Gejala PMS termasuk perubahan suasana hati, terjadi saat fase terakhir siklus menstruasi yang dimulai setelah ovulasi. Biasanya hari ke 14 hingga 28 d

KOMPAS.COM/SHUTTERSTOCK
Kondisi wanita mudah marah, suasana hati yang berubah-ubah merupakan salah satu gejala dari sindrom pramenstruasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjelang haid, umumnya kondisi mood seorang wanita akan berubah-ubah.

Ada yang suka marah-marah, ada juga yang suka ngambek dan juga murung merasa stress.

Meski mendapati diri yang mudah marah, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh?

Selain mudah marah, lemah secara emosional, dan suasana hati yang berubah-ubah mungkin juga dialami oleh wanita saat akan memasuki periode haid terutama mereka yang masih masuk usia subur.

Mengapa wanita mudah marah saat menjelang haid?

Kondisi wanita mudah marah, suasana hati yang berubah-ubah merupakan salah satu gejala dari sindrom pramenstruasi.

Paracetamol untuk Nyeri Haid Apakah Boleh Diminum? Hindari Dulu Beberapa Hal Ini

Dikutip dari Healthline, sindrom pramenstruasi (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang dimulai sekitar satu minggu sebelum menstruasi.

Gejala ini menyebabkan seseorang merasa lebih murung dari biasanya, perut kembung, dan pegal.

Para ahli meyakini, penyebab wanita mengalami PMS hingga membuat mudah marah saat haid kemungkinan terkait fluktuasi hormon yang terjadi selama paruh kedua siklus menstruasinya.

Ovulasi akan terjadi sekitar pertengahan dari siklus menstruasi, saat kondisi ini tubuh melepas sel telur, menyebabkan kadar estrogen dan progesterone turun.

Selanjutnya perubahan hormon ini menyebabkan gejala fisik dan emosional. Selain itu perubahan hormon tersebut juga berpengaruh ke kadar serotonin.

Serotonin merupakan neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati, siklus tidur dan nafsu makan.

Doa Mandi Wajib Setelah Haid , Amalkan Juga Bacaan Ini Jika Alami Nyeri Menstruasi Hari Pertama

Saat serotonin rendah maka akan mempengaruhi perasaan sedih, mudah tersinggung, sulit tidur dan mengidam makanan yang tidak biasa. Namun yang paling umum terjadi adalah perubahan suasana hati.

"Anda akan tahu bahwa naik turunnya emosi ini disebabkan oleh PMS jika mereka mulai secara konsisten seminggu hingga dua minggu sebelum menstruasi dan berhenti satu atau dua hari setelah menstruasi dimulai," kata ginekolog New York City dikutip dari everydayhealth.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved