Tips Budidaya Jagung Manis di Lahan Gambut Untuk Hasil yang Maksimal dari awal Tanam hingga Panen!
Usaha tani Jagung Manis di lahan gambut juga memiliki prospek yang bagus. Namun, agar tanaman tumbuh dengan baik, perlu ada perlakuan khusus.
5. Pemupukan
Setelah penanaman selesai, tahapan berikutnya yaitu pemupukan. Perlakukan ini diperlukan untuk meningkatkan unsur hara dalam media tanam.
Pupuk yang diberikan ada dua jenis yaitu pupuk makro dan mikro. Pupuk makro diperlukan tanaman dalam jumlah banyak dan pupuk mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
Pupuk makro yang dapat diaplikasikan yaitu Urea, SP-36, dan KCL.
Sedangkan pupuk mikro yang dapat diberikan yaitu pupuk dengan kandungan Cuprum yang dapat diaplikasikan pada benih atau diberikan bersama pupuk makro.
6. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan yang penting dalam budi daya tanaman jagung di lahan gambut yaitu penyiangan dan pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT).
Penyiangan atau pengendalian gulma dilakukan saat tanaman berumur 30 dan 50 hari setelah tanam (HST).
Saat melakukan penyiangan, sebaiknya dibarengi dengan pembumbunan untuk menutup akar jagung yang terlihat di permukaan tanah.
Sementara itu, pengendalian OPT dapat dilakukan dengna cara memusnahkan tanaman yang sakit dan menyemprotkan pestisida sesuai dengan jenis hama yang menyerang.
7. Pemanenan
Setelah memasuki umur panen, jagung manis bisa segera dipanen. Tanaman yang siap panen ditandai dengan klobot yang mulai mengering. Kondisi ini biasanya terjadi saat tanaman berumur 100 HST atau tergantung dengan varietasnya.
Demikian tips untuk proses menanam Jagung Manis pada lahan gambut untuk mendapatkan hasil yang maksimal setidaknya ada 7 persiapan yang harus petani persiapkan.
Menanam jagung akan banyak memberikan keuntungan hal ini mengingat harga jual komoditi yang satu ini cukup tinggi dipasaran, semoga cara dan tips yang kami sajikan dapat membantu anda yang memiliki ketertarikan untuk membudidayakan Jagung Manis pada lahan gambut dengan hasil panen yang maksimal. (*)