Tips Budidaya Jagung Manis di Lahan Gambut Untuk Hasil yang Maksimal dari awal Tanam hingga Panen!

Usaha tani Jagung Manis di lahan gambut juga memiliki prospek yang bagus. Namun, agar tanaman tumbuh dengan baik, perlu ada perlakuan khusus.

Editor: Peggy Dania
Tribunpontianak.co.id
Ilusrasi Jagung Manis - Berikut ini tips yang bisa diikuti jika ingin membudidayakan jagung manis pada lahan gambut untuk mendapatkan hasil maksimal yang kami sediakan seidaknya ada 7 langkah yang bisa diikuti dari proses penanman, perawatan hingga panen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-Cara menanam Jagung Manis agar berbuah besar bisa dilakukan dimana saja, tak terkecuali pada lahan kritis. Di Indonesia, jenis lahan kritis sangat beragam, salah satunya Lahan gambut.

Tanaman Jagung merupakan tanaman pangan utama kedua di Indonesia setelah padi. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras.

Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku pakan ternak.

Potensi lahan gambut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya. Lahan gambut memiliki sifat rapuh, sehingga perlu perlakukan khusus saat hendak dijadikan sebagai Lahan budidaya.

Usaha tani Jagung Manis di Lahan Gambut juga memiliki prospek yang bagus. Namun, agar tanaman tumbuh dengan baik, perlu ada perlakuan khusus.

Lalu, bagaimana cara menanam Jagung Manis di Lahan gambut dengan hasil yang melimpah

Ketahanan Pangan di Saat Pandemi Covid-19, Warga dan Polsek Sekadau Hilir Tanam Jagung Manis Hibrida

Kebutuhan Jagung di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan meningkatnya tingkat konsumsi per kapita per tahun dan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.

Jagung Manis merupakan satu diantara jenis jagung hibrida yang digemari banyak orang dan memiliki harga pasaran yang cukup tinggi itulah sebanya budidaya Jagung Manis bisa jadi sangat menguntungkan bagi sebagian petani.

Berikut ini kami uraikan setidaknya ada 7 perlakuan dan proses penanaman Jagung Manis dilaha gambut agar mendapatkan hasil yang maksimal, dikutip dari Kompas.com

1. Menyiapan lahan

Budidaya jagung manis di lahan gambut diawali dengan persiapan lahan. Adapun cara menyiapkan lahan gambut untuk menanam jagung, seperti berikut:

Pada kondisi gulma yang sangat tebal maka gulma-gulma tersebut perlu ditebas. Setelah dua minggu, gulma muda disemprot herbisida sistemik dengan dosis 4-5 liter/ha atau tergantung dengan jenis gulmanya.

Jika gulma tumbuh tidak rapat, maka persiapan lahan perlu dilakukan yaitu mengaplikasikan herbisida kemudian dibersihkan.

Pada area yang memiliki lapisan gombat (lapisan masa akar tanaman paku-pakuan) yang tebal, maka perlu dilakukan perlakukan pengupasan.

Gulma yang tumbuh bisa dibakar secara terkendali, kemudian abunya dikembalikan ke lahan atau pada lubang tanah.

Tidak perlu pengolahan lahan, cukup ratakan tanah di area tersebut.

2. Membuat jarak tanam

Langkah berikutnya setelah menyiapkan lahan yaitu membuat jarak tanam.

Pada sistem budi daya monokultur, jarak tanam dibuat 75 x 20 cm dengan isi tanaman per lubang tanam hanya satu.

Sedangkan pada sistem budidaya tanam campur, jarak tanam sama seperti monokultur.

 Hanya saja pada barisan pinggir diberi jarak 1,5 m dari tanaman lain yang tumbuh pada area tersebut.

3. Penambahan bahan amelioran

Salah satu perlakukan khusus yang menjadi bagian dari cara menanam jagung manis agar berbuah besar di lahan gambut yaitu menambahkan bahan amelioran.

Jenis bahan amelioran yang diberikan, antara lain; dolomit 10 g/lubang tanam (0,4 ton/ha) dan pupuk kandang atau kompos 50 g/lubang tanam (2 ton/ha).

Bahan amelioran tersebut kemudian ditambahkan dalam abu hasil pembakaran gulma terkendali. Abu yang ditambahkan disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Mulai menanam

Sebelum benih di tanam, perlu ada perlakuan benih dengan Metalisin (Rendomil, Saromin, dll) 1 kg/20 kg benih.

Perlakuan ini diperlukan untuk mencegah penyakit bulai yang sering menyerang jagung.

Setelah itu, proses penanaman bisa segera dilakikan. Cara menanam jagung manis agar berbuah besar cukup dengan meletakan benih pada lubang tanam.

Jumlah benih dalam setiap lubang tanam antara 1-2 benih. Kemudian, tutup lubang tanam.

5. Pemupukan

Setelah penanaman selesai, tahapan berikutnya yaitu pemupukan. Perlakukan ini diperlukan untuk meningkatkan unsur hara dalam media tanam.

Pupuk yang diberikan ada dua jenis yaitu pupuk makro dan mikro. Pupuk makro diperlukan tanaman dalam jumlah banyak dan pupuk mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

Pupuk makro yang dapat diaplikasikan yaitu Urea, SP-36, dan KCL.

Sedangkan pupuk mikro yang dapat diberikan yaitu pupuk dengan kandungan Cuprum yang dapat diaplikasikan pada benih atau diberikan bersama pupuk makro.

6. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan yang penting dalam budi daya tanaman jagung di lahan gambut yaitu penyiangan dan pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT).

Penyiangan atau pengendalian gulma dilakukan saat tanaman berumur 30 dan 50 hari setelah tanam (HST).

Saat melakukan penyiangan, sebaiknya dibarengi dengan pembumbunan untuk menutup akar jagung yang terlihat di permukaan tanah.

Sementara itu, pengendalian OPT dapat dilakukan dengna cara memusnahkan tanaman yang sakit dan menyemprotkan pestisida sesuai dengan jenis hama yang menyerang.

7. Pemanenan

Setelah memasuki umur panen, jagung manis bisa segera dipanen. Tanaman yang siap panen ditandai dengan klobot yang mulai mengering. Kondisi ini biasanya terjadi saat tanaman berumur 100 HST atau tergantung dengan varietasnya.

Demikian tips untuk proses menanam Jagung Manis pada lahan gambut untuk mendapatkan hasil yang maksimal setidaknya ada 7 persiapan yang harus petani persiapkan.

Menanam jagung akan banyak memberikan keuntungan hal ini mengingat harga jual komoditi yang satu ini cukup tinggi dipasaran, semoga cara dan tips yang kami sajikan dapat membantu anda yang memiliki ketertarikan untuk membudidayakan Jagung Manis pada lahan gambut dengan hasil panen yang maksimal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Simak, Cara Menanam Jagung Manis agar Berbuah Besar di Lahan Gambut

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved