Siswa SMKN 4 Pontianak Bentuk Usaha Mandiri Layanan Internet Desa

Village yang berarti Kampung atau Desa mempunyai makna jika usaha ini didedikasikan untuk warga kampung atau Desa yang daerahnya belum masuk internet

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Siswa Dengan Brosur Pemasangan Internet. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kegiatan magang atau yang dikenal juga dengan Praktek Kerja Industri (Prakerin) untuk siswa-siswa Teknik Komputer dan jaringan SMKN 4 Pontianak tidak seperti biasanya. 

Kali ini beberapa siswa TKJ SMKN 4 Pontianak melakukan hal yang berbeda, yaitu magang untuk membuat dan mengelola bisnis mandiri, dimana nantinya mengarah kepada bentuk usaha berupa layanan Internet Desa

Terdapat lima siswa yaitu Eka Muharyono, Luthfi Ramadhan, Ridho, Rifandi dan Dwi Aditya magang pada usaha yang akan mereka buat sendiri dengan program bernama Digital Village. 

"Village yang berarti Kampung atau Desa mempunyai makna jika usaha ini didedikasikan untuk warga kampung atau Desa yang daerahnya belum masuk internet, " kata Eka Muharyono Koordinator Village. Selasa, 27 September 2022.

Cara Dapat Bansos Sembako September 2022? Berikut Cek Nama Penerima di DTKS Terbaru!

"kalau ada listrik masuk desa, kita akan buat Internet masuk desa, sehingga warga desa tidak ketinggalan informasi seperti orang-orang kota, "tambahnya

Ia juga menjelaskan Infrastruktur yang dimiliki oleh siswa berasal dari dana patungan berlima, dari hasil menabung dan usaha kecil lain. 

Guru TKJ SMKN 4 Pontianak Revi Rahmat yang juga sebagai pembimbing mereka menjelaskan, biasanya magang hanya sebagai pekerja namun kali ini sedikit berbeda. 

“Siswa-siswa biasanya kan magang di industry, mereka biasanya hanya sebagai pekerja disana, sehingga pola pikir mereka setelah lulus nanti adalah mencari pekerjaan dan menjadi karyawan dalam sebuah perusahaan. Nah itu yang mau kita ubah, "katanya.

Ia menambahkan, pola fikir ini tidaklah jelek, namun mengingat rasio jumlah peluang kerja dan lulusan yang tidak seimbang, maka pola pikir ini harus diubah. 

"Siswa-siswa jangan selalu berharap menjadi karyawan di perusahaan orang lain, kita dorong mereka untuk membuat usaha sejenis dan kita tanamkan jiwa entrepreneur mereka sejak dini, "katanya.

“Orang lain bisa kenapa kita tidak bisa, itu lah kata-kata motivasi yang sering kali diutarakan di setiap pertemuan pembelajaran, "tambahnya.

Ia melanjutkan dalam dunia magang pola seperti ini, mereka (siswa, red) dibimbing untuk membuat rencana usaha yang akan dilakukan, mulai dari membuat tim yang solid, membangun infrastruktur, menentukan tempat, dan membuat perencanaan promosi, serta menentukan industry yang akan dijadikan patner, yang terakhir adalah melakukan action dari semua yang telah direncanakan.

"Untuk itulah kita menggandeng Trans Hybrid Communication sebagai mitra industry dalam kegiatan magang ini, pungkasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved