Lokal Populer

Singkawang dan Mempawah Belum Ada Laporan Kelangkaan Vaksin Meningitis

berberapa waktu belakangan ini, vaksin meningitis dikabarkan langka di berberapa daerah di Indonesia

Tribunnews.com
Ka'bah sebagai lokasi pelaksanaan ibadah haji dan umroh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Vaksin Meningitis menjadi satu diantara berberapa syarat bagi jamaah umrah untuk berangkat beribadah ke tanah suci Mekkah.

Syarat ini sudah ditetapkan dari penyelenggaran haji dan umrah sebagai penyesuaian aturan dari Arab Saudi yang mewajibkan calon jamaah membawa sertifikat vaksin meningitis.

Namun, berberapa waktu belakangan ini, vaksin meningitis dikabarkan langka di berberapa daerah di Indonesia.

Meski begitu, beruntungnya kelangkaan vaksin meningitis tersebut tidak terjadi di Kota Singkawang. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Singkawang, Muhlis.

Kemenag Kalbar Sebut Lonjakan Jamaah Umrah Jadi Faktor Penyebab Vaksin Meningitis Langka

Menurut penuturannya, pihaknya belum menerima laporan soal kelangkaan vaksin meningitis dari para jasa Travel Haji dan Umrah di Singkawang.

"Untuk sementara ini travel yang berada di Singkawang belum ada laporan tentang kelangkaan vaksin meningitis," ujar Muhlis, Senin 26 September 2022.

Sementara saat ditanya soal kendala dan jumlah jamaah umrah di Kota Singkawang, ia katakan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kemenag, namun di masing-masing Travel.

"Keberangkatan umrah bukan Tupoksi Kemenag, tetapi oleh travel masing-masing," tukasnya. 

Sertifikat Vaksin Meningkitis

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah, Mulyadi, menyampaikan salah satu syarat calon jamaah umroh berangkut menjalankan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah ialah harus sudah vaksin meningitis.

"Sesuai yang telah ditetapkan oleh penyelenggara haji dan umroh, salah satu syarat calon jamaah harus sudah melakukan vaksin meningitis," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 26 September 2022.

Vaksin Meningitis Langka, Asosiai Travel Haji dan Umroh Sebut Belum ada Jamaah yang Batal Berangkat

"Jadi dari otoritas Arab Saudi memang mewajibkan calon jamaah untuk membawa sertifikat vaksin meningitis," tambahnya lagi.

Mulyadi menyebut, hingga saat ini tidak ada laporan dari Travel yang menyatakan kelangkaan vaksin meningitis.

"Berdasarkan laporan dari travel-travel umroh hingga saat ini memang belum ada yang melapor susahnya vaksin meningitis. Semua aman dan masih lancar-lancar saja prosesnya," katanya.

"Alhamdulillah tidak ada kendala, dan jamaah tetap bisa diberangkatkan sesuai jadwal keberangkatannya," tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Mulyadi menyampaikan sejauh ini ada puluhan warga Mempawah yang sudah masuk permintaan rekomendasi berangkat umroh.

"Berdasarkan data permintaan rekomendasi, yakni warga Mempawah yang hendak melakukan umroh menggunakan travel-travel yang ada di seluruh Indonesia yakni untuk bulan Agustus ada 30 orang, dan bulan September hingga saat ini sudah ada 10 calon jemaah umroh. Jadi total ada 40 orang yang menunggu jadwal keberangkatan untuk umroh," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved