Muncul Virus Baru Mirip Covid Kini Ditemukan pada Kelelawar, Apa Dampaknya ke Manusia?

Muncul virus baru mirip penyebab Covid-19 yang kini ditemukan pada kelelawar serta dampat yang ditimbulkan jika terpapar pada manusia.

Editor: Rizky Zulham
NET/Google
Ilustrasi virus - Muncul Virus Baru Mirip Covid Kini Ditemukan pada Kelelawar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Muncul virus baru mirip penyebab Covid-19 yang kini ditemukan pada kelelawar serta dampat yang ditimbulkan jika terpapar pada manusia.

Peneliti menemukan keberadaan virus corona baru pada kelelawar Rusia.

Virus pernapasan ini mirip dengan SARS-CoV-2, virus yang menjadi penyebab Covid-19.

Temuan virus baru mirip Covid ini membuat para ilmuwan membuat seruan untuk melakukan pengembangan vaksin.

Pasalnya, jika tidak, mereka memperingatkan, kemungkinan pandemi lain akan muncul dan menyebar ke manusia.

Kadiskes Kalbar Sebut Tren Positivity Rate Covid-19 di Minggu ke 12 Masih Terkendali

Dikutip dari Science Alert, Selasa (27 September 2022, virus baru mirip SARS-CoV-2 yang ditemukan di antara kelelawar ini dikenal dengan nama Khosta-2.

Virus dilindungi dengan protein spike yang dapat menginfeksi sel manusia menggunakan jalan masuk yang sama.

Kendati demikian, yang membuatnya lebih bermasalah adalah resistensi virus baru tersebut terhadap antibodi monoklonal dan serum yang diinduksi pada penerima vaksin Covid-19.

Dengan kata lain, virus baru mirip penyebab Covid tersebut tak dapat dinetralisir oleh obat-obatan kita saat ini. Bahkan antibodi yang dikembangkan dari varian omicron tidak efektif untuk melawannya.

Meski faktanya, virus baru tersebut termasuk dalam kelompok yang sama yakni virus corona penyebab pernapasan akut, seperti yang menjadi penyebab Covid-19, atau yang dikenal dengan sarbecovirus.

"Temuan (virus baru mirip Covid) ini, kami menyoroti kebutuhan mendesak untuk melanjutkan pengembangan vaksin sarbecovirus baru untuk perlindungan yang lebih luas," tulis peneliti dalam studinya.

Hingga Saat Ini, 555 Tenaga Kesehatan di Sanggau Terima Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Ketika para peneliti di Rusia pertama kali menemukan Khosta-2 dan Khosta-1 pada tahun 2020, tak ada patogen yang terlihat sangat berbahaya.

Keduanya bahkan awalnya disebut tak terkait erat dengan SARS-CoV-2.

Faktanya, virus berasal dari garis keturunan berbeda yang tak memiliki beberapa gen yang menurut peneliti diperlukan untuk melawan sistem kekebalan manusia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved