Kadiskes Kalbar Sebut Tren Positivity Rate Covid-19 di Minggu ke 12 Masih Terkendali

Jadi perkembangan Covid-19 di Kalimantan Barat untuk positivity ratenya di terakhir yang minggu lalu itu 2,64 persen masih dibawah lima persen

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Hary Agung saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat 2 September 2022.// Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, drg. Hary Agung Tjahyadi mengatakan bahwa tren positivity rate di Kalimantan Barat melandai, sejak adanya peningkatan kasus di wilayah Jawa dan Bali dalam 12 minggu terakhir.

“Jadi perkembangan Covid-19 di Kalimantan Barat untuk positivity ratenya di terakhir yang minggu lalu itu 2,64 persen masih dibawah lima persen,” ujarnya, Senin 12 September 2022.

“Artinya kalau di bawah 5 persen itu tingkat transmisi atau penularan Covid-19 di masyarakat itu rendah. Sehingga memang kita pada posisi landai dibawah transmisi atau penularan Covid-19,” sambungnya

Agung melanjutkan, pada minggu ke-12 dari tanggal 20 Juni 2022, ketika pertama kali terdampak dari peningkatan kasus di Jawa dan Bali yang disebabkan oleh sub varian baru Omicron BA4 dan BA5.

Baca juga: Apa itu Discord Indihome ? Terjadi Gangguan Jaringan Internet Dalam Beberapa Hari

“Itu ada peningkatan kasus karena ada sub varian baru omicron BA4 - BA5. Nah kemudian sekitar tanggal 20 Juni itu baru berdampak ke Kalimantan Barat awalnya masih di bawah 1 persen di awal dua minggu pertama,”

Kemudian pada minggu ke 3,4,5,6,7 itu mulai naik antara 1-2 persen. Dan minggu 8,9,10 2-3 persen positivty ratenya memang diakuinya memang mengalami kenaikan 2-3 persen.

Pada minggu ke 11 dan sekarang 12 memang positivty ratenya masih 2-3 persen, tetapi masih dapat terkendali dan trennya semakin menurun.

“Jadi masih terkendali dan mudah-mudahan ini trennya akan terus menurun,” ungkapnya.

Meski positivty rate di Kalbar masih di bawah standar 5 persen WHO. Kenyataannya penularan kasus Covid-19 masih terjadi.

Untuk itu Agung menekankan bahwa kewaspadaan terhadap Covid mesti tetap dilakukan.

Demi meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus Covid-19.

Agung mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi 1,2, dan booster. Diakuinya pihaknyapun masih tetap gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

“Ini saja memang tetap harus di waspadai karena potensi untuk penularan masih ada. Kemudian orang yang di rawat di rumah sakit juga masih ada,” katanya.

“Meskipun kecil jumlahnya rata-rata sekitar 10 - 20 persen dari konfirmasi positif harian itu di rumah sakit. Jadi kecil sekali hanya 10 - 20 persen yang membutuhkan perawatan rumah sakit. Nah ini yang kita bersyukur, rata-rata mereka melakukan perawatan isolasi mandiri,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved