Anak Berhenti Sekolah Lantaran Jembatan Gantung Nanga Masau di Sintang yang Putus Belum Diperbaiki

Jembatan gantung di Desa Nanga Masau, rusak berat diterjang banjir bandang pada 2 Agustus 2022 pagi. Jembatan ini, merupakan penghubung antara Dusun B

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Yudius
Kondisi SDN 06 Nanga Masau dan kondisi jembatan gantung nanga masau putus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Camat Kayan Hulu, Yudius merasa prihatin atas kondisi yang dialami warga Desa Nanga Masau. Jembatan gantung penghubung antar dusun putus total diterjang banjir bandang. Akses masyarakat khususnya pelajar terhambat. Bahkan ada satu siswa yang memilih berhenti sekolah.

"Ada satu anak yang ndak mau sekolah karena jembatan gantung putus," kata Yudius kepada Tribunpontianak, Senin 26 September 2022.

Yudius khawatir, satu anak ini dapat mempengaruhi siswa lain berhenti sekolah."Satu anak ini bisa berdampak kepada teman-teman dia yang lainnya, melihat dia berhenti yang lain bisa saja terpengaruh mau berhenti juga," ungkapnya.

Jembatan gantung di Desa Nanga Masau, rusak berat diterjang banjir bandang pada 2 Agustus 2022 pagi. Jembatan ini, merupakan penghubung antara Dusun Batu Lalu dan Dusun Masau Satu. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat termasuk pelajar yang sekolah di SDN 06 Nanga Masau.

Junaedi Harap Ekonomi Masyarakat Sintang Bangkit Lewat Sertipikat Tanah

"Kalau anak yang besar nyeberang sendiri pakai sampan. Yang kecil masih diantar," kata Yudius.

Nanga Masau merupakan desa di perhuluan sungai kayan, termasuk Desa Merah Arai dan Tapang Menua. Akses menuju Desa ini, hanya melalui sungai.

"Akses transportasi satu-satujya hanya jalur sungai, kalau perjalanan normal dan debit air normal 5-6 jam dari Nanga Tebidah ke Tapang Menua tetapi kalau musim kemarau perjalanan bisa di tempuh 5 hari 5 malam perjalanan," kata Yudius.

Kades Nanga Masau sudah melayangkan surat ke Pemkab Sintang. Camat Kayan Hulu juga menimpali dengan surat lanjutan ke BPBD. Sayang, hingga kini belum ada angin segar.

"Kades sudah melayangkan surat, Camat Kayan Hulu juga sudah melayangkan surat kepada dinas yang menangani bencana, namun sampai hari ini belum ada kepastian kapan jembatan roboh di bangun. Kalau ditanya (jawabnya) siap pak, tahun ini kita kerjakan tapi nyatanya tanda-tandanya belum ada juga. Miris anak ada yang memilih putus sekolah karena tak mungkin berenang nyeberang sungai," ungkap Yudius. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved