Mabes Polri Ungkap Praktek Ilegal Logging Modus Baru di Kalbar, Pengendali Tiga Perusahaan Ditangkap

Penggrebekan pertama dilakukan di Pabrik pengolahan Kayu bernama CV. Sumber Mandiri Abadi (SMA), Desa Teluk Bakung KM 46 Jalan Trans Kalimantan, Kecam

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Konferensi Pers terkait pengungkapan Praktik Ilegal Loging di Kalbar yang diungkap oleh Mabes Polri bersama Polda Kalbar, Jumat 23 September 2022. Tribun 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Barat mengungkap praktik ilegal Loging di Kalbar.

Bermula dari penggrebekan sebuah pabrik pengolahan kayu, Kepolisian berhasil menguak jaringan praktik ilegal loging dengan modus baru.

Penggrebekan pertama dilakukan di Pabrik pengolahan Kayu bernama CV. Sumber Mandiri Abadi (SMA), Desa Teluk Bakung KM 46 Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Bertempat di lokasi tersebut, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan pihaknya dari Polri sudah beberapa waktu terakhir melakukan penyelidikan terkait dugaan penggunakan hasil ilegal logging di pabrik tersebut atau praktik ilegal loging.

Puncaknya pada 7 September 2022, tim dari Dittipidter Bareskrim Polri bersama Polda Kalbar menggrebek Saumik tersebut dan menemukan adanya dua truk yang mengangkut kayu olahan namun dengan dokumen yang tidak sah dari CV Rimbah Gemilang Indah (RGI).

BREAKING NEWS - Mabes Polri Grebek Pabrik Sawmil di Desa Lintang Batang Kubu Raya Kalbar

Saat diperiksa kepolisian mendapati pada 5 September 2022, dokumen tersebut juga digunakan untuk bahan pengiriman kayu.

Sehingga CV RGI diduga melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, Bareskrim Polri menemukan adanya saling keterkaitan antara tiga perusahaan di kabupaten Kubu Raya, yakni CV. Sumber Mandiri Abadi, CV Rimbah Gemilang Indah, dan CV. Pusaka Danau Sentosa.

"Kalau dahulu Ilegal logging dilakukan secara terang - terangan, namun saat ini berkembang, para pelaku mensiasati dengan menggunakan dokumen, yakni perizinan dimanfaatkan oleh mereka, tetapi tidak dilaksanakan implementasi sesuai aturan yang ada, modusnya menggunakan dokumen pengangkutan kayu olahan berupa surat keterangan sahnya hasil hutan kayu - kayu olahan secara berulang,"ungkapnya.

Hasil pemeriksaan 22 saksi, Kepolisian menetapkan seorang pria berinisial S yang merupakan pengendali ketiga perusahaan tersebut sebagai tersangka.

S diduga merupakan otak yang mengendalikan tiga perusahaan di kabupaten Kubu Raya tersebut untuk mengolah kayu hasil ilegal logging dari Kabupaten Ketapang dengan menggunakan dokumen - dokumen yang tidak sebagaimana mestinya.

Untuk menyamarkan hasil olahan kayu seakan legal, S mengatur bahwa kayu yang didapat dari Ilegal Loging dikirim pertama ke CV SMA dan CV PDS.

Kemudian, dengan menggunakan dokumen yang berulang pula, pihak korporasi juga berhasil melakukan pengiriman kayu - kayu olahan tersebut ke berbagai negara di dunia khususnya di kawasan Eropa, dengan total eksport pada tahun 2022 CV SMA telah mengekspor 18 kali kayu olahan Kemudian, CV PDS telah melakukan 13 kali eksport.

"Tentang penegakan hukum ini masih akan terus berkembang, dengan meminta keterangan instansi terkait, mungkin disini terkait masalah ekport, dan ini kita akan kembangkan ke TPPU," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved