Pola Hidup Sehat

Pengaruh Anak Stunting, Lebih Pendek dan Beresiko di Masa Depan, Ini Kata WHO

Menurut WHO, Sebagian besar kasus stunting tidak dapat diperbaiki. Seorang anak tidak dapat memulihkan tinggi badannya secara normal.

Kemenkes
Menurut WHO, Sebagian besar kasus stunting tidak dapat diperbaiki. Seorang anak tidak dapat memulihkan tinggi badannya secara normal. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Anak-anak stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya.

Salah satu penyebab stunting adalah gizi buruk yang terus-menerus selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ini berarti, terjadi sejak anak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Menurut WHO , stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal tumbuh, sebagai akibat dari penyakit, kesehatan yang buruk, dan kekurangan gizi.

Selain itu juga cenderung lebih sering sakit, sulit berprestasi, dan lebih mungkin menderita penyakit kronis.

Lantas, apakah pertumbuhan anak stunting bisa diperbaiki?

Baca juga: TPPS Sekadau Target 6 Persen Turunkan Stunting di Tahun 2022

Menurut WHO, Sebagian besar kasus stunting tidak dapat diperbaiki. Seorang anak tidak dapat memulihkan tinggi badannya secara normal.

Singkatnya, tubuh pendek akibat stunting bersifat permanen. Anak-anak yang stunting kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan kembali tinggi badan yang hilang akibat stunting, dan sebagian besar anak-anak tidak akan pernah mendapatkan berat badan yang sesuai usia seharusnya.

Hal senada juga diungkap oleh para ahli nutrisi, bahwa hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada perbaikan dalam tumbuh kembang anak stunting yang tetap berada di lingkungan yang sama saat stunting terjadi.

Melansir Research Program on Agriculture for Nutrition and Health, perbaikan tumbuh kembang anak stunting mungkin terjadi jika ada perubahan lingkungan, misalnya pindah ke lingkungan tempat tinggal lebih baik atau dengan adopsi.

Baca juga: Menikah di Usia 20 Tahun Kebawah Cenderung Sebabkan Stunting

Hal ini agar memungkinkan dilakukannya intervensi gizi hingga kemampuan mengakses layanan kesehatan yang lebih baik.

Meski demikian, komunitas ahli nutrisi global menekankan, bahwa perubahan lingkungan tersebut harus dilakukan dalam dua tahun pertama kehidupan anak. Karena tumbuh kembang anak stunting Sebagian besar tidak dapat diubah setelah usia dua tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved