Kejati Kalbar Tetapkan Tersangka Baru Tipikor Pembebasan Lahan di Mempawah

Tersangka baru yang ditetapkan yakni Ridwan Setiawan yang merupakan orang yang diberi kuasa oleh perusahaan atas proses pembebasan lahan.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
law, justice.co
Logo Kejaksaan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi pembebasan tanah untuk salah satu BUMN di Kalbar yang berada di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kalbar telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus tersebut , pertama seorang pria berinisial B yang merupakan seorang perantara dan M yang merupakan pemilik tanah.

Tersangka baru yang ditetapkan yakni Ridwan Setiawan yang merupakan orang yang diberi kuasa oleh perusahaan atas proses pembebasan lahan.

Kadus Sebukit Rama Apresiasi Kegiatan Peduli Lingkungan LDII Bersama Perkumpulan Jurnalis Mempawah

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalbar Panjta Edi Setiawan menyampaikan bahwa Ridwan Setiawan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu melakukan negosiasi secara langsung kepada pemegang hak yang mengakibatkan harga tanah yang diinginkan pemegang hak sebesar 250 ribu rupiah per meter persegi, setelah dinegosiasikan menjadi 390 ribu rupiah  per meter persegi. 

Atas hal tersebut, berdasarkan hasil audit BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan)membuat negara merugi hingga 1,88 Milyar rupiah.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo Pasam 18 Undang - Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 


Saat ini, tersangka telah ditahan di Rutan Kelas II A Pontianak. Atas penetapan tersangka tersebut, pihak Ridwan Setiawan melalui kuasa hukumnya Harris Nasution.SH menyampaikan penetapan tersangka kliennya merupakan bentuk kriminalisasi.

Ridwan setiawan dikatakannya merupakan asisten manager PT. BAI (Borneo Alumina Indonesia) yang diberikan kuasa.

Dalam proses pembebasan lahan tersebut kliennya hanya betugas sebagai negosiator yang ditunjuk perusahaan, dan bukan lah orang yang membuat keputusan, serta membayarkan.

"Dalam hal ini Ridwan Setiawan ditunjuk Direktur untuk pembebasan lahan, dalam kasus ini saya dijadikan tersangka, padahal menurut kliennya, pihak kliennya bukan penyelenggara negara dan Ridwan. bukan pejabat negara, menurut saya ini merupakan bentuk kriminalisasi," ujar Harris Nasution SH saat dikonfirmasi Senin 19 September 2022.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved