Pemilu 2024

Kecurigaan SBY Tentang Pemilu 2024 Tak Berlangsung Adil Menuai Reaksi dari Berbagai Pihak

Kecurigaan Ketua Majelis tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tentang jalannya Pemilu 2024 akan berlangsung curang

Tribunnews
ILUSTRASI Pemilu - Reaksi datang dari berbagai pihak menyusul pernyataan SBY tentang kekhawatiran dirinya akan ada kecurangan dalam Pilpres 2024 mendatang, tanggapan datang dari politikus dan juga KPU selaku penyelenggara pemilu. 

TRINBUNPONTIANAK.CO.ID - Kecurigaan Ketua Majelis tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) tentang jalannya Pemilu 2024 akan berlangsung curang, sepertinya menuai reaksi dari berbagai pihak, baik dari sesama anggota Partai Politik maupun dari lingkungan luar.

Sebagaiamana diberitakan sebelumnya jika SBY mengatakan dirinya harus turun gunung kali ini megingat adanya potensi kecurangan di Pilpres 2024 mendatang, Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat menghadiri Rapimnas Partai Demokrat, di Jakarta yang berlangsung 15 dan 16 September 2022 lalu.

Tidak berselang lama tanggapan pertama datang dari Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut justru Era SBY pernah terjadi kecurangan pemilu di 2009.

" Mohon maaf Pak SBY tidak bijak, dalam catatan kualitas Pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu 17 September 2022 dikutip dari Tribunpontianak.co.id

Tahapan Pemilu 2024,Tolak Usul Megawati! Partai Ummat:Terdengar Lebih Memikirkan Diri Sendiri

Sementara itu tanggapan lain datang dari Politisi PKS  Mardani Ali Sera mengatakan, pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mesti menjadi perhatian semua pihak.

“Pernyataan Pak SBY bahwa ada peluang pemilu (berlangsung) tidak jujur bagus sekali. Membuat kita semua waspada,” tutur Mardani dalam keterangannya, Senin 19 September 2022.

Di sisi lain, ia khawatir upaya penyelenggaraan kontestasi elektoral mendatang berjalan penuh kecurangan karena sampai saat ini masih ada pihak yang mendorong agar Presiden Joko Widodo kembali mengikuti kontestasi elektoral.

“Justru semua harus waspada kemungkinan ada aktor atau usaha untuk membuat pemilu tidak jujur dan adil,” katanya.

Tidak hanya dari kalangan Parpol, tanggapan juga datang dari Komisi Pemilihan Umum melalui komisionernya Idham Kholik pada Minggu 18 September 2022

Menurut Idham jika pihaknya memastikan akan menjalankan segala tahapan Pemilu 2024 dengan jujur dan adil.

Pemilu 2024, PDI Perjuangan Jawab Soal Kekhawatiran SBY, Hasto: Kita ingat Pemilu 2009?

Di kuartal pertama dari masa penyelenggaraan tahapan Pemilu Serentak 2024, KPU yakinkan pemilih Indonesia bahwa Pemilu Serentak 2024 sedang diselenggarakan berdasarkan asas luber, jurdil" dikutip Tribunpontianak.co.id

Idham juga menambahkan jika KPU akan menjalankan seluruh rangkaian penyelenggaraan pemilu sesuai amanah Konstitsi Sebagaimana diketahui yang dimaksud Amanah Konstitusi oleh Idham yaitu terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum ( PKPU ) Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

"KPU mempersilakan dan mengajak pemilih, stakeholder, masyarakat sipil, aktivis, dan publik Indonesia, untuk berpartisipasi aktif di semua tahapan penyelenggaraan pemilu, untuk memastikan asas dan prinsip penyelenggaraan pemilu teraktualisasi dengan baik," Tegas Idham.

Sebelumnya SBY Membeberkan jika dirinya banyak menerima laporan akan ada pengaturan pasangan calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

SBY menduga ada pihak lain yang menginginkan Pilpres 2024 diikuti oleh dua pasang calon saja, maka dengan alasan inilah dirinya harus turun langsung untuk memperingatkan para kader Demokrat saat Rapimnas yang berlangsung dua hari tersebut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved