Pemilu 2024

Pemilu 2024, PDI Perjuangan Jawab Soal Kekhawatiran SBY, Hasto: Kita ingat Pemilu 2009?

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan menjawab pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) Saat Rapimnas partai Demokrat.

KOMPAS.COM
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat ditemui di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2016) malam.-PDI Perjuangan seolah menjawab soal kekhwatiran SBY tentang Pilpres 2024 mendatang yang berpotensi Curang dan tidak adil, Sekjen PDI Perjuangan kemudian menyampaikan jika sejarah kecurangan pemilu pernah terjadi saat era kepemimpinan SBY di Pemilu 2009. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan menjawab pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) Saat Rapimnas partai Demokrat.

Ketua Majelis Tinggi Demokrat tersebut mengaku jika dirinya khawatir Pilpres 2024 mendatang akan berlangsung tidak adil dan tak jujur.

Menanggapi pernyataan SBY tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan jika pada era SBY pernah terjadi kecurangan saat Pemilu tahun 2009, menurut Hasto hal itu adalah kecurangan yang nyata terjadi dalam sejarah Demokrasi.

"Mohon maaf Pak SBY tidak bijak, dalam catatan kualitas Pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi," kata Hasto dalam keterangan tertulis, 17 September 2022 dikutip dari Tribunnews.com

Tahapan Pemilu 2024, KPU Pastikan Pilpres Tidak diatur Untuk Dua Paslon Seperti yang dikatakan SBY!

Hasto mengingatkan jika kecurangan dalam pemilu justru pernah terjadi saat kepemimpinan SBY, Hasto juga menyatakan jika orang yang paling bertanggungjawab atas kecurangan itu adalah SBY.

"Salah satu buktinya ada di Pacitan," Ujar Hasto

Tercatat bahwa kecurangan di pacitan saat pemilu 2009 terjadi manipulasi Data Pemilih Tetap ( DPT ) secara masif.

Selain itu, Hasto menyinggung saat SBY terpilih pada tahun 2004.

Saat itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dijabat Anas Urbaningrum yang masuk Partai Demokrat setahun setelah Pemilu 2004 digelar.

"Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati yang harusnya menjadi wasit dalam Pemilu, ternyata kemudian direkrut menjadi pengurus teras Partai Demokrat," kata Hasto

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved