Warga Mempawah Respon Positif Uji Coba Pembatasan Pengisian Pertalite
Alex Candra yang juga merupakan Pimpinan Galaherang Transport (G-Trans) di Mempawah, menyebut, dengan adanya pembatasan pengisian Pertalite otomatis a
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - PT Pertamina (Persero) melakukan uji coba pembatasan BBM Pertalite untuk mobil September ini. Maksimal pembelian 120 liter Pertalite per hari.
Menanggapi uji coba tersebut, salah satu warga Mempawah, Alex Candra yang juga memiliki mobil pribadi merespon hal tersebut dengan positif.
"Mengenai pembelian BBM yang akan dibatasi, sacara pengguna langsung atau umum saya sebenarnya merasa senang. Karena kuota maksimal (jatah) yang disiapkan pemerintah pada setiap kendaraan itu sangat jauh rangenya," terangnya kepada Tribun, Jumat 16 September 2022.
Alex Candra yang juga merupakan Pimpinan Galaherang Transport (G-Trans) di Mempawah, menyebut, dengan adanya pembatasan pengisian Pertalite otomatis akan lebih tepat sasaran.
• Petani Jahe di Mempawah Sambut Baik Kedatangan Calon Investor dari Malaysia
"Artinya jika setiap mobil jatahnya 120 liter perhari, maka dapat kita simpulkan ini pun akan jauh lebihnya untuk mobil pribadi. Karena perhari mobil pribadi paling tinggi menghabiskan BBM 70 Liter dengan masa aktif mesin 8 Jam non stop," terangnya.
Disitu pulalah lanjut Alex, terukurnya kemampuan pengemudi dengan masa efektif aktif hanya selama 8 jam. Lebih dari itu maka pengemudi dikhawatirkan lelah dan mengantuk (Human Eror) ini juga formulasi dari sistem pembatasan.
"Hal-hal lain saya rasa sebagai pencegahan yang bisa dinamakan monopoli BBM subsidi yang terjadi saat ini oleh mobil-mobil tangki siluman," katanya.
"Saya harap seluruh element dapat mensukseskan program ini, agar BBM subsidi dan kepentingan umum dapat dinikmati secara bersama," tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News