Petani Jahe di Mempawah Sambut Baik Kedatangan Calon Investor dari Malaysia

Sementara itu, Tarmizi, Pengusaha Malaysia juga membicarakan mengenai permintaan jahe di pasar Malaysia yang termasuk tinggi.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. Kelompok Tani Marhaban 2
Petani jahe di Desa Antibar menerima kedatangan calon investor dari Malaysia, di hamparan luas perkebunan jahe di Dusun Bukit Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, pada Kamis 15 September 2022 kemarin. (Dok. Kelompok Tani Marhaban 2/Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Petani jahe di Desa Antibar menerima kedatangan calon investor dari Malaysia, di hamparan luas perkebunan jahe di Dusun Bukit Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, pada Kamis 15 September 2022 kemarin.

Kelompok Tani Marhaban 2 dan Olah Gambut, menyambut kedatangan pengusaha Malaysia di lahan pertanian Jahe seluas lebih kurang 3500 meter milik salah satu anggota kelompok tani Marhaban 2.

Ketua Kelompok Tani Marhaban 2, Sukri, yang telah banyak membudidayakan jahe hingga merambah pasaran luar negeri mengatakan bahwa, kedatangan pengusaha ataupun calon investor ini merupakan salah satu jalan membuka pasar internasional dan menjadi angin segar bagi petani jahe lainnya yang masih belum memiliki pasar sendiri.

Sukri juga mengharapkan apabila terjalin kerjasama dalam pemasaran hasil jahe, para petani tidak ingin harga jahe turun anjlok, sehingga merugikan petani jahe seperti beberapa waktu lalu.

Bupati Erlina Sambut Baik Investasi Sektor Pertanian Mempawah Dilirik Pengusaha Malaysia

“Kami sangat senang atas kedatangan tamu-tamu seperti ini, agar menjadi jalan bagi kami menemukan pasar dan membuat petani lainnya merasa ada solusi bagi yang belum memiliki pasar, apalagi nanti jika adanya kerjasama yang terjalin antara petani dan pengusaha. Tentunya kami petani mengharapkan kepastian harga di pasaran tidak anjlok lagi seperti yang lalu-lalu apabila ada kerjasama seperti ini," ujarnya, Jumat 16 September 2022.

Sementara itu, Tarmizi, Pengusaha Malaysia juga membicarakan mengenai permintaan jahe di pasar Malaysia yang termasuk tinggi.

Hal ini juga yang membuat beliau mencari petani jahe yang berkualitas baik di Indonesia terutama di Kalimantan Barat karena wilayah ini dekat dengan jalur perdagangan Indonesia-Malaysia.

Tarmizi juga membahas mengenai kerjasama yang akan dibentuk apabila harga jahe sesuai dengan yang mereka inginkan dan tentunya tidak merugikan salah satu pihak, baik itu untuk investor ataupun untuk petani.

“Kami di Malaysia banyak permintaan jahe, apalagi jahe yang berkualitas seperti ini, terutama di Kucing banyak jahe-jahe dari Indonesia. Tentunya kami juga membaca peluang pasarnya, sehingga membuat kami untuk mencari jahe terbaik yang ada di wilayah terdekat di Kal-Bar ini karena dekat dengan perbatasan kita," terangnya.

Selanjutnya, Kepala Bagian Tanaman Pangan dan Pengolahan Hasil, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Irma Suryaningsih, mengatakan siap memfasilitasi antara petani dan investor apabila terjadi kesepakatan kerjasama.

"Kami sebagai Dinas terkait, dalam hal ini siap membantu petani dan investor melakukan kerjasama, nantinya akan kita buat MoU yang tidak menguntungkan salah satu pihak saja serta di lapangan petani akan selalu di damping penyuluh yang bertugas di sana," ujarnya.

Di tengah-tengah kunjungan pengusaha Malaysia di lahan Jahe Mempawah, Petani jahe juga menjelaskan biaya produksi yang diperlukan dalam satu kali tanam hingga penjualan hasil panen.

Hal ini diharapkan menjadi gambaran bagi investor untuk menentukan harga apabila terjadi kerjasama antara petani dan pengusaha tersebut.

Pihak investor pun menyimak dengan antusias dan seksama karena bagi petani dan pengusaha masalah biaya dan keuntungan adalah hal yang sangat penting dibahas dalam kunjungan seperti ini. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved