Kenaikan BBM Bisa Sumbang Inflasi hingga 1 Persen, Berikut Penjelasan Kepala BPS Kalbar 

Untuk komoditas yang basisnya dari industri mungkin ada komponen kenaikan transport dan sebagainya.

Penulis: Maskartini | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ Maskartini
Harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Flamboyan stabil cenderung mengalami penurunan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moh Wahyu Yulianto mengatakan kebijakan kenaikan harga BBM sangat berdampak terhadap kanaikan harga komoditas atau inflasi.

"Tentunya berpengalaman pada kenaikan harga BBM yang sebelum-sebelumnya tentu jelas bahwasanya kenaikan BBM itu akan sangat mempengaruhi terkait dengan inflasi pada bulan setelah adanya kenaikan BBM," ujar Wahyu, Rabu 14 September 2022.

Hal ini karena kata Wahyu, memang BBM menimbulkan multiplayer efek yang panjang. Ia mengatakan dari sisi komoditas itu sendiri kenaikan BBM seperti bensin dan solar.

"Untuk komoditas bisa menyumbang kurang lebih 1 persen dari dua komoditas itu, ada kenaikan harga bensin dan solar itu sendiri. Ya, karena konsumsinya sangat besar karena memang komponen untuk bensin dan solar memang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat," ujarnya.

Belum lagi kata Wahyu diimplikasikan kepada komoditas-komoditas lain akibat dampak kenaikan BBM. Karena tentunya, ada pengaruh transportasi dan sebagainya. 

Pemprov Gencarkan Operasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi di Kabupaten Sintang, Imbas Harga BBM Naik


"Jadi tentunya kenaikan harga BBM pastinya akan mempengaruhi terhadap inflasi di satu wilayah. Nah memang besarnya belum kita ketahui karena kita di Kalbar saja, ada kurang lebih sekitar 400 lebih komoditas, nanti tarik menarik," ujarnya.

Untuk komoditas yang basisnya dari industri mungkin ada komponen kenaikan transport dan sebagainya.

Sementara BPS Kalbar kata Wahyu masih memantau, tetapi ada komoditas-komunitas lokal yang mungkin patokannya cukup banyak berimbang.

"Bisa saja mengalami penurunan, ini informasi awal di minggu pertama ada beberapa komoditas yang naik seperti sawi, kacang panjang, dan lobak di Singkawang di Kota Pontianak," ujarnya.

Namun, dari pantauan yang ada kata dia juga ada komoditas yang mengalami penurunan seperti cabai, bawang merah, juga bawang putih. Nantinya, pihak BPS Kalbar akan mengakumulasi tarik menarik, tapi tarik menariknya menyesuaikan besaran penimbang.

Inflasi per komoditi juga dipengaruhi oleh bobot artinya seberapa banyak masyarakat mengkonsumsinya.

"Jadi kita akan coba lihat tarik-menarik. Komoditas kita pantau saya minta betul-betul kepada petugas melakukan akurasi. Setiap saat kita coba selalu tingkatkan akurasinya, kita jaga bagaimana menangkap fenomena adanya kenaikan harga BBM ini," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved