Warga Kubu Raya dan Pontianak Setuju Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Jembatan Kapuas II

Warga Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Mita mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah untuk membatasai operasional kendaraan kontainer

TRIBUNPONTIANAK/Ferlianus Tedi Yahya
Plang pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang roda 6 keatas, terpaksa ditaman Jembatan Kapuas II. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan lakukan ujicoba pembatasan operasional angkutan barang di Jembatan Kapuas II.

Warga Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Mita mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah untuk membatasai operasional kendaraan kontainer di Jembatan Kapuas II.

"Setuju dengan pembatasan jam operasional kontainer yang  tidak boleh operasi dari jam 06.00 Wib sampai jam 08.00 Wib, jadi waktu berangkat kerja gak terlalu macet, "katanya. 

Berikut Jenis Kendaraan & Jam Operasional di Jembatan Kapuas II Sesuai Surat Edaran Gubernur Kalbar

Ia juga mengaku was-was saat melewati Jembatan Kapuas 2 saat pulang kerja dan bertemu kendaraan angkutan barang. 

"Ketemu kontainer waktu pulang kerja jak dan ngeri juga, jembatan ikut bergetar karena kendaraan besar melintas, "terangnya. 

Dengan adanya batasan jam operasional sudah lebih baik dari sebelumnya. 

"Dulu sebelum adanya pembatasan jam operasional sering telat juga, terus seram pagi-pagi udah berpacu kecepatan dengan mobil kontainer, "katanya. 

Hal senada juga dikatakan Tristan yang mengaku setuju dan berharap dengan adanya kebijakan tersebut bisa mengurangi kemacetan. 

"Sangat setuju dengan pembatasan jam operasional kontainer diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang sudah terlalu sering terjadi dan sangat mengganggu kegiatan para pengguna jalan lainnya seperti karyawan dan anak anak sekolah, " kata Tristan yang juga warga Desa Kapur. 

"Yang pastinya diburu waktu agar tidak terlambat sampai ke kantor, "tambahnya.

Guru Seni SMAN 1 Kota Pontianak Budi Harun juga mengaku was-was saat ada kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jam kerja. 

"Ngeri sekali kalau ada truk kontainer, seharusnya mereka beroperasi tidak pada jam kerja efektif, sangat berbahaya, " kata Budi yang juga beralamat di Desa Kapur. 

Ia juga pernah mengalami keterlambatan dalam bekerja akibat tak bisa melewati kemacetan yang terjadi. 

"Pernah telat karena tidak bisa melewati truk kontainer," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved