Ada 36 Kasus Kekerasan Seksual di Sambas

"Melakukan pendampingan sampai tingkat pengadilan, home visit, pemeriksaan psikologi, re-sosialisasi dan rujukan," ucapnya.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas mengungkapkan sejumlah kasus aduan yang melibatkan anak dan perempuan.

Kepala Dinas P3AP2KB Fatah Maryunani merincikan, selama periode Januari - Juni 2022 sebanyak 9 anak berhadapan dengan hukum (ABH), 4 orang mendapat kekerasan fisik, 4 psikis dan dan 36 kasus kekerasan seksual.

Fatah Maryunani mengatakan pihaknya melakukan upaya pemantauan, pendampingan dan konseling kepada korban yang dilakukan secara bertahap.

Tahapan penanganan korban dilaksanakan dengan konseling awal, konseling lanjutan, bimbingan mental dan spiritual.

Bupati Sambas Pesankan CPNS Ikhlas Layani Masyarakat

"Melakukan pendampingan sampai tingkat pengadilan, home visit, pemeriksaan psikologi, re-sosialisasi dan rujukan," ucapnya.

Selain itu, imbuh dia, untuk keluarga korban dan masyarakat dilakukan psiko-edukasi dalam upaya memberi pemahaman tentang penanganan korban kekerasan.

"Pemberian motivasi, rehabilitasi sosial dan bantuan keterampilan atau life skill bagi anak korban kekerasan, memfasilitasi korban anak melanjutkan pendidikan (sekolah) dengan kerjasama lintas sektor dan dinas pendidikan," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved