Diskes Sebut 23 Warga Mempawah Positif HIV Hingga Pertengahan Tahun 2022

"Kalau melihat data kita memang ada kenaikan kasus, dimana pada Tahun 2021 hanya 17 kasus, dan pada saat ini hingga data Juli 2022 sudah ada 23 kasus,

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Sumarni. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sub Koordinator Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Sumarni, menyebut ada sebanyak 23 orang yang positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Mempawah sejak Januari hingga Juli 2022.

"Jadi untuk tahun 2022 ini berdasarkan data kita dari Januari hingga Juli ada sebanyak 23 orang yang positif HIV," terangnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 4 September 2022.

Sumarni menjelaskan, untuk usia yang terpapar HIV di Kabupaten Mempawah bervariatif, dari usia balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

"Jadi untuk kalangannya juga bervariatif, ada kalangan masyarakat menengah ke bawah, dan bahkan ada kalangan masyarakat menengah ke atas, seperti pegawai juga ada yang terdampak," katanya.

Dirinya menyebut, jumlah yang positif HIV di Kabupaten Mempawah berdasarkan data memang mengalami kenaikan kasus.

"Kalau melihat data kita memang ada kenaikan kasus, dimana pada Tahun 2021 hanya 17 kasus, dan pada saat ini hingga data Juli 2022 sudah ada 23 kasus," terangnya.

Wagub Kalbar Kenang Sang Ayah Saat Hadiri HUT Ke 3 Ankol 1201 Mempawah

Sumarni menjelaskan, ada beberapa langkah yang telah dilakukan untuk melakukan pencegahan HIV/Aids.

"Untuk pencegahan ini kita sudah melakukan di setiap Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan HIV dengan rapid tes 1,2 dan 3. Dan kita ada penambahan untuk klinik Pemeriksaan dan Pengobatan untuk di empat Puskesmas selain di RSUD Rubini, yakni Puskesmas Sungai Kunyit, Puskesmas Semudun, Puskesmas Anjungan, dan Puskesmas Rawat Inap Jungkat. Jadi empat Puskesmas tersebut bisa melakukan pelayanan dan pengobatan HIV," terangnya.

Selain itu, dirinya juga menyebut, dalam beberapa terakhir ini pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap paparan HIV/Aids di Kabupaten Mempawah.

"Beberapa hari yang lalu juga kita telah melakukan pemetaan populasi terkait kelainan seksual, yakni termasuk di dalamnya, Lelaki suka lelaki (LSL), Wanita Penjaja Seks (WPS), Waria. Jadi sudah kita petakan spot-spotnya dan kita juga ada tim pencegahan HIV/Aids tersebut yang nantinya akan melakukan sosialisasi dan edukasi," katanya.

Sumarni menjelaskan untuk kondisi yang terdeteksi HIV saat ini masih dalam kondisi yang baik-baik saja.

"Untuk kondisinya saat ini karena masih terjangkit virus, jadi kondisinya masih sehat, belum meningkat ke Aids. Jadi kondisinya pengobatan. Karena kalau sudah masuk Aids kondisinya sudah bisa dikatakan buruk," terangnya.

Dirinya turut menjelaskan, kondisi awal terpapar HIV belumlah terlihat bagaimana gejalanya.

"Untuk HIV gejalanya belum terlalu terlihat, jadi kalau sudah Aids baru terdeteksi, karena pasti ada penyakit penyerta, entah itu diare, ISPA, dan TBC. Dan yang paling kelihatan adanya penyakit kulit, yakni gatal-gatal," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved