Pelaku Usaha Perempuan di Kalbar Tuai Manfaat dari Program Tepat Pembiayaan BTPN Syariah
sistem Keanggotaan yaitu nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Pertama, Paket Keuangan yakni berupa bantuan modal usaha yang diberikan kepada nasabah untuk menjawab kebutuhan membangun dan mengembangkan usaha produktif.
Bantuan ini kemudian dikembalikan dalam bentuk angsuran dua mingguan.
“Nasabah juga memperoleh manfaat tambahan lainnya yaitu asuransi jiwa untuk nasabah dan suami, tabungan, serta pembebasan angsuran setiap Hari Raya Idul Fitri. Setelah 3 siklus dapat dilalui dengan baik, nasabah akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembiayaan perbaikan rumah dan pendidikan anak,” ujarnya.
Kedua, Program Pemberdayaan yaitu nasabah dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui program pendampingan berkelanjutan yang meliputi topik kesehatan, kewirausahaan dan pengembangan komunitas.
Ketiga, Sistem Keanggotaan yaitu nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih oleh anggota sentra.
Keempat, Pendampingan yaitu setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer.
“Secara rutin Community Officer kami melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke beberapa sentra inspiratif di Kalbar, ia menyampaikan bahwa kisah perjuangan Fitri Yuniatun dan Evi Tri Wahyuni sangatlah menginspirasi.
“Selama kami menekuni bisnis ini, kami terinspirasi kisah-kisah nasabah kami dalam perjuangan mereka mewujudkan niat baik untuk hidup yang lebih berarti, salah satunya cerita Ibu Fitri Yuniatun dengan usaha kelontong di Kecamatan Sungai Raya, lalu ada Ibu Evi Tri Wahyuni dengan usaha kue putu kacang sebagai produk kuliner kebanggaan di Kalimantan Barat,” paparnya.
Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Area Kalbar dan Kaltim, Andi Agus Setiawan mengungkapkan hingga per Juni 2022 saat ini, pembiayaaan yang udah tersalurkan kurang lebih Rp 71 Miliar kepada 23 Ribu perempuan keluarga prasejahtera produktif di Kalimantan Barat.
“Di Kalbar ada 12 titik lokasi yang menyebar dari Tebas Sambas hingga Sintang, lalu Pontianak, Kubu Raya. Totalnya sudah ada 2000 sentra,” ujarnya.
Lalu terkait Non Performing Financing angkanya masih di bawah industri perbankan. Kita berada di angka 2 persen. Masih aman,” ujarnya.