Pelaku Usaha Perempuan di Kalbar Tuai Manfaat dari Program Tepat Pembiayaan BTPN Syariah

sistem Keanggotaan yaitu nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Tribun Pontianak/Nina Soraya
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin (kiri) ditemani Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Area Kalbar dan Kaltim Andi Agus Setiawan (kanan) berbincang dengan Fitri Yuniatun (tengah) saat Media Kitchen Tour BTPN Pontianak, Kamis 25 Agustus 2022. Fitri Yuniatun merupakan nasabah BTPN Syariah yang mendapatkan pembiayaan prasejahtera produktif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemilik warung sembako “Mba Tri” di Kubu Raya, Fitri Yuniatun mengaku bersyukur telah menjadi mitra pembiayaan ultra mikro dari BTPN Syariah.

Bermula saat 2015 lalu, Fitri bertekad ingin membantu perekonomian keluarga dengan memulai usaha. Dirinya terbantu dengan kehadiran Community Officer (CO) atau bankir pemberdaya dari BTPN Syariah. Setelah ikut pelatihan dasar keuangan selama lima hari, Fitri mendapatkan pembiayaan sebesar Rp 2 juta.

Modal ini pun ia gunakan untuk membuka warung pulsa dengan luas 1x1,5 meter yang terbuat dari papan. Melihat keuletan Fitri dan kedisiplinannya, BTPN Syariah pun memberikan penambahan pembiayaan untuknya.

Setelah modal ditambah menjadi Rp 5 juta, Fitri pun terpikir ingin mengembangkan usaha menjadi warung sembako hingga hari ini.  Bahkan ia sudah mempunyai warung permanen seukuran 6x6 meter.

Ibu dua anak ini mengakui banyak dampak positif yang ia rasakan setelah bermitra dengan BTPN Syariah. Keinginan membantu ekonomi keluarga bisa terwujud. Dalam sehari, ia mampu meraup omzet Rp 500 ribu.

Bahkan dari usaha warung sembako tersebut, ia mampu membeli tanah dan mendirikan rumah dan membeli kendaraan.

“Tentu sangat bersyukur. Dulu sempat tidak menyangka karena tidak punya modal. Sementara dari gaji suami pas-pas untuk makan saja. Ke depannya rencana saya, ingin bikin cafe di sini, karena wifi juga tersedia,” ujar Fitri yang juga Ketua Sentra Kenanga 2.

Pelaku Usaha Diharapkan Bangkitkan Semangat Kewirausahaan di Sektor UMKM di Kapuas Hulu

Bicara tentang Sentra-sentra, ini memang merupakan model bisnis BTPN Syariah yang berupaya membantu nasabah prasejahtera atau segmen ultramikro khususnya ibu-ibu mendapatkan akses pembiayaan produktif.

Pada tahap awal, para ibu membentuk sentra-sentra kecil beranggotakan lebih dari 10 orang yang kemudian dibantu oleh bankir pemberdaya BTPN Syariah. Pembiayaan pun diberikan berdasarkan tingkatan literasi keuangan dan perkembangan usaha nasabah.

Selanjutnya anggota sentra ini akan melakukan pembayaran angsuran pinjaman kepada CO yang datang setiap dua pekan.

Bagi nasabah yang memiliki kendala dalam pembayaran angsuran, BTPN Syariah melakukan sistem “tanggung renteng” yakni mewajibkan anggota-anggota dari kelompok tersebut untuk membayar angsuran nasabah yang tidak membayar.

“Dari kita juga selektif dalam memilih anggota. Anggota ini berasal dari warga sekitar tempat tinggal kita di sini, jadi saling kenal,” ungkap Fitri.

Fitri mengatakan untuk nasabah yang disiplin maka, BTPN Syariah pun akan terus memberikan tambahan pembiayaan. Penilaian ini akan dilakukan oleh para CO. Dirinya saja, saat ini sudah mendapatkan pembiayaan hingga Rp 18 juta. Begitu pula anggota sentranya, yang rata-rata sudah mendapatkan pembiaayan hingga belasan juta rupiah.

“Untuk syarat, saya rasa tidak terlalu sulit, karena kita berkelompok. Karena inilah yang menjadi jaminan pembiayaan. Beberapa anggota, bahkan memulai tanpa punya usaha. Tidak harus punya usaha dulu, setelah ada pembiayaan ini mereka berkomitmen untuk menjalankan usaha dan disiplin dalam membayar angsuran,” kata Fitri.

Kue Putu Kacang Tembus Malaysia

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved