Pelaku Usaha Perempuan di Kalbar Tuai Manfaat dari Program Tepat Pembiayaan BTPN Syariah
sistem Keanggotaan yaitu nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Di Kota Pontianak, tepatnya di Gang Empat Lima Kelurahan Bangka Belitung Laut Kota Pontianak, ada satu lagi sentra BTPN Syariah. Adalah Evi Tri Wahyuni yang bergabung dalam sentra Wahana Empat Lima, yang memiliki usaha rumahan membuat kue Putu Kacang dan warung jajanan.
Dari modal Rp 3 juta, karena usaha makin berkembang, BTPN Syariah menambah pembiayaan hingga Rp 20 juta.

“Kue Putu Kacang sangat digemari masyarakat. Kami mengandalkan pemasaran dari reseller. Bahkan mereka bisa menjual hingga ke Serawak Malaysia,” ujar Evi Wahyuni.
Saat menerima kunjungan dari Manajemen BTPN Syariah, Evi menceritakan dia dan sang ibu bergabung di Sentra Empat Lima bersama belasan anggota lainnya. Modal yang didapat dari BTPN Syariah dipakai untuk membeli peralatan pembuatan kue serta bahan dasar pembuatan kue. “Paling tinggi permintaan saat moment Idul Fitri, nyaris satu ton,” bebernya.
Ketika permintaan sepi, Evi dan sang ibu punya usaha jualan jajanan harian untuk mendapatkan omzet harian.
Saat ini dia tengah fokus untuk membranding produk Kue Putu Kacang dengan kemasan yang lebih baik serta memiliki izin PIRT. Oleh karena jika ingin penjualan produk masuk retail modern seperti supermarket haruslah mengantongi izin.
Lurah Bangka Belitung Laut, Junarta, mengapresiasi upaya dari BTPN Syariah yang telah berkontribusi secara nyata bagi warga di kelurahan tersebut. Dia berharap warga lainnya juga bisa mendapat akses yang sama.
Pasalnya, banyak juga usaha yang dilakukan masyarakat seperti kerambah ikan, pembuatan jamu tradisional, bank sampah, hingga penggolahan barang bekas menjadi produk kerajinan.
Sasar 23 Ribu Perempuan Produktif
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin, menjelaskan BTPN Syariah telah membuka akses prasejahtera produktif yang ada di pelosok negeri hingga Kalbar sejak 2015.
Dengan pembiayaan prasejahtera produktif yang diberikan BTPN Syariah diberikan berkelompok yang disebut Tepat Pembiayaan Syariah, adalah pembiayaan tanpa jaminan yang diberikan untuk modal usaha bagi masyarakat prasejatera produktif khususnya perempuan.
“Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun 4 karakter pada diri nasabah, yaitu Berani berusaha, Disiplin, Kerjasama dan Saling Bantu.
Diharapkan prilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi disuatu daerah,” jelasnya saat berdiskusi dengan jurnalis di acara Media Kitchen Tour BTPN Pontianak, Kamis 25 Agustus 2022.

Pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya.
Tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui Pelatihan dan Pendampingan yang berkala dibidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.
Menurutnya program Tepat Pembiayaan Syariah memiliki paket komplit untuk memberikan perubahan kehidupan nasabah prasejahtera. Karena memuat beberapa hal.