Pola Hidup Sehat

Pasien Cacar Monyet Mengeluhkan Nyeri dan Sakit Infeksi, Seberapa Bahayanya? Ini Kata WHO

pasien cacar monyet yang mengeluhkan nyeri, infeksi sekunder, memiliki infeksi di area lain, epiglogtitis atau peradangan yang menghalangi udara

AFP
Transmisi virus cacar monyet dapat melalui kontak erat dan droplet, maka untuk mencegahnya adalah menghindari kontak langsung serta selalu mencuci tangan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penyakit cacar monyet memang diketahui sebagai self-limiting disease, artinya seiring berjalannya waktu infeksi akan sembuh dengan sendirinya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Infeksi RSCM, dr Robert Sinto, SpPD, K-PTI, menyebutkan bahwa cacar monyet atau monkeypox dapat sembuh sendiri.

"Jadi memang dia (cacar monyet) bisa sembuh sendiri, yang bisa kita lakukan adalah melihat apakah muncul komplikasi atau tidak," terang Robert dalam webinar bertajuk Indonesia Waspada Wabah Monkeypox yang digelar Continuing Medical Education (CME) FKUI, Minggu 21 Agustus 2022.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, berdasarkan data dari 70 pasien cacar monyet yang memerlukan perawatan di rumah sakit hanya 13 persen.

Mereka adalah pasien yang mengeluhkan nyeri, infeksi sekunder, memiliki infeksi di area lain, epiglogtitis atau peradangan yang menghalangi udara ke paru-paru, dan miokarditis (peradangan pada jantung).

Brasil Racuni 10 Monyet yang Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet Berbahaya

Sementara ini, menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) angka kematian cacar monyet relatif rendah, yakni hanya 5 kasus di wilayah Afrika per 25 Juli 2022.

Menyusul laporan tersebut, ada 4 kematian di luar Afrika termasuk Spanyol, India, dan Brasil yang rata-rata meninggal karena dehidrasi, gangguan di otak, serta mengalami gangguan di jantung.

Adapun manajemen pengobatan kasus cacar monyet bersifat simptomatis gejala dan terapi suportif berupa:

  • Meringankan keluhan
  • Mempercepat penyembuhan lesi
  • Mencegah demam
  • Mengurangi kehilangan cairan
  • Mengurangi nyeri
  • Mencegah timbulnya jaringan parut
  • Mencegah terjadinya infeksi sekunder
  • Disertai isolasi segera pada kasus infeksi monkeypox.

"Apakah ada antivirus?" tanyanya.

"Di luar negeri ada, tapi kita di luar negeri pun hanya digunakan pada orang yang kekebalan tubuhnya sedemikian rendah, sehingga ditakutkan terjadi komplikasi. Jadi tidak rutin diberikan pada semua pasien yang baru terdiagnosis cacar monyet," sambung Robert.

Kasus Cacar Monyet Masuk Indonesia, Sekda Harisson Minta Masyarakat Waspada dengan Terapkan Prokes

Benarkah penggunaan vaksin cacar air efektif mencegah cacar monyet?

Berkaitan dengan hal tersebut, dr Robert menekankan, bahwa meskipun kedua penyakit sama-sama kelompok cacar, tetapi monkeypox termasuk orthopoxvirus. Sedangkan cacar air (chickenpox) termasuk dalam kelompok herpesviridae.

"Sehingga, vaksin yang kita pakai tidak bisa dengan herpesviridae virus. Jadi vaksin cacar air tidak bisa kita gunakan untuk perlindungan terhadap cacar monyet," imbuhnya.

Kendati demikian, vaksin cacar yang sebelumnya pernah digunakan di tahun 1970-an bisa dipakai untuk melawan cacar monyet.

Menurutnya, generasi pertama vaksin Vaccinia yang digunakan pada cacar dapat melindungi sebagian besar penerima dari infeksi cacar monyet.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved