Pola Hidup Sehat

Mengatasi GERD Pada Bayi Agar Tak Gumoh dan Muntah Berulang Kali

GERD (penyakit refluks gastroesofageal) terjadi karena refluks asam yang terus-menerus (kronis). Refluks asam adalah kondisi asam lambung yang naik ke

NET/Google
Mengurangi asam lambung juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena asam dapat membunuh bakteri berbahaya pada bayi. 

Let-down reflex adalah respons bormonal dari tubuh ibu untuk memberikan ASI.

Jika Anda memiliki refleks tersebut, bayi Anda dapat tersedak saat menyusu.

Untuk meredakannya, disarankan pompa dahulu ASI Anda sebelum memberikannya kepada si kecil. Hal ini juga dapat mencegah GERD pada bayi.

GERD pada Bayi, Orangtua Perlu Waspadai Cirinya Gumoh, Cegukan dan 10 Tanda Lainnya

5. Beri waktu tenang

Sama seperti orang dewasa, bayi juga membutuhkan waktu untuk mencerna makanannya.

Setelah makan atau menyusu, disarankan beri waktu tenang kepada si kecil agar asupannya tercerna dengan baik di dalam perut.

Hindari aktivitas berat atau bermain terlalu aktif hingga 30 menit setelah makan atau menyusu. Jika tidak, ada kemungkinan refluks asam bisa terjadi dan jika menjadi kebiasaan bisa menjadi GERD.

6. Menyendawakan bayi

Menyendawakan bayi selama jeda menyusui atau makan akan membantu meminimalkan tekanan lambung dan refluks asam yang ditimbulkan.

Menunggu untuk menyendawakan bayi Anda sampai perutnya kenyang dapat meningkatkan kemungkinan regurgitasi.

Regurgitasi adalah kondisi saat campuran antara gastric juice (getah perut) dan terkadang makanan yang belum dicerna kembali ke kerongkongan dan masuk ke mulut.

7. Obat-obatan

Penyedia layanan kesehatan Anda dapat merekomendasikan obat-obatan jika bayi Anda memiliki gejala refluks yang parah seperti tersedak dan batuk.

Namun, studi hingga saat ini telah menunjukkan sedikit manfaat secara keseluruhan dengan praktik ini.

Mengurangi asam lambung juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena asam dapat membunuh bakteri berbahaya.

Jadi, obat hanya boleh digunakan untuk mencegah GERD pada bayi dengan panduan hati-hati dari penyedia layanan kesehatan. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved