Pola Hidup Sehat

Long Covid-19 pada Anak Bisa Sebabkan Kondisi Fatal, Rawan Gejala Tanpa Diagnosis Sebelumnya

MIS-C sendiri merupakan sindrom peradangan multisistem pada anak-anak, yang menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh akibat Covid-19.

Photo by Noel Celis / AFP
Seorang petugas kesehatan berbicara dengan seorang anak laki-laki di dalam area perumahan berpagar yang dikunci karena pembatasan virus corona Covid-19 di Beijing pada 26 Mei 2022. - Beijing akan kembali membuka sekolah karena kasus Covid-19 telah surut. (Photo by Noel Celis / AFP) 

"Saya akan menganggap ini sebagai peringatan serius bagi orangtua, (pada saat) tingkat imunisasi pada anak-anak yang lebih kecil sangat rendah," sambungnya.

Para peneliti menekankan, bahwa studi ini memiliki setidaknya tujuh keterbatasan, di antaranya adalah penggunaan data klaim medis yang mencatat hasil Long Covid-19, tetapi tidak seberapa parah.

Gejala Long Covid yang Wajib Diwaspadai dan Harus Segera Diperiksa ke Dokter

Selain itu, beberapa peserta dalam kelompok yang tidak pernah mengalami Covid-19 kemungkinan pernah terinfeksi, namun tidak terdiagnosis. Peneliti juga tidak menyesuaikan status vaksinasi.

Poland menambahkan, penelitian ini dilakukan selama lonjakan varian Covid-19 yang disebabkan Delta dan Omicron.

Dengan kata lain, efek Long Covid apa pun terkait dengan varian yang lebih baru seperti BA.5 atau BA.2.75 tidak diketahui.

Kendati demikian, mereka menggarisbawahi temuannya menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi anak berusia di bawah 18 tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved