Pola Hidup Sehat
GERD Kambuh di Malam Hari Ternyata Bisa Diatasi dengan 7 Cara Ini
Beberapa orang merasakan heartburn atau sensasi seperti terbakar di dada. Terkadang, penderita Gerd juga bisa merasakan seperti ada asam di pangkal le
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease umumnya sering membuat penderitanya merasa nyeri dan dada terbakar.
Penderita GERD mungkin pernah merasakan terbangun di tengah malam karena asam lambung naik.
Kondisi ini membuat asam menjadi tergenang di tempat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kondisi ini bisa terjadi karena berbaring di permukaan yang datar secara gravitasi tidak memungkinkan makanan dan asam turun melalui kerongkongan ke sistem pencernaan.
Beberapa orang merasakan heartburn atau sensasi seperti terbakar di dada. Terkadang, penderita Gerd juga bisa merasakan seperti ada asam di pangkal leher.
Jika kondisi ini sering terjadi, kualitas tidur akan terganggu dan pada akhirnya juga memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
• Ciri - Ciri Asam Lambung / Gerd Naik ke Jantung dan Perbedaan dengan Penyakit Jantung
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai pencegahan agar Gerd tak kambuh saat tidur di malam hari, di antaranya:
1. Beri jarak antara makan malam dan tidur
Menurut Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroentero hepatologi, Dr dr Nella Suhuyanly SpPD-KGEH, beri jeda antara waktu makan malam dan tidur setidaknya dua hingga tiga jam.
Semakin berat jenis makanan yang dikonsumsi saat makan malam, misalnya mengonsumsi Nasi Padang, maka jarak antara waktu makan dan tidur juga harus lebih panjang, misalnya tiga hingga empat jam.
2. Mengunyah makanan secara perlahan
Ketika makan, pastikan mengunyah makan secara perlahan dan sempurna, serta hindari makan terburu-buru.
Bahkan ketika makanan yang dikonsumsi sudah lembut, proses pengunyahan tetap dibutuhkan.
"Karena pada saat proses mengunyah sudah mempersiapkan lambung mengolah makanan. Jadi pada saat mengunyah, enzim sudah bekerja."
"Tapi kalau langsung ditelan, tidak ada enzimnya. Itu yang bikin perut jadi enggak enak, makanan seperti enggak dicerna," ujarnya dalam Instagram Live bersama Eka Hospital BSD.
• Mengatasi GERD Tanpa Obat Ternyata Mudah, Ini 9 Caranya
3. Posisi tidur setengah duduk
Untuk mengurangi kemungkinan asam lambung naik kembali ke kerongkongan ketika tidur, penting untuk mengatur posisi tidur agar setengah duduk.
Tapi ingat, posisi setengah duduk bukan berarti menaruh lebih banyak bantal di bawah leher.
Nella menganjurkan menaruh satu bantal di bawah pinggang dan dua bantal di bawah punggung.
"Jadi posisinya setengah duduk. Itu akan sangat membantu untuk mengurangi keluhan Gerd tengah malam," ucapnya.
4. Makan porsi kecil
Lebih baik makan lebih dari tiga kali sehari namun dalam porsi kecil daripada hanya makan tiga kali sehari namun dalam porsi besar.
• Perbedaan Durasi GERD dan Serangan Jantung, Ada Penyebaran Nyeri ke Punggung dan Leher
5. Berhenti merokok
Merokok bisa menyebabkan kekuatan katup di kerongkongan berkurang atau lebih longgar. Kondisi ini pada akhirnya bisa memperburuk kondisi Gerd.
6. Menghindari pakaian ketat
Menurut Healthline, hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah Gerd kambuh saat tidur adalah menghindari pakaian ketat, terutama di area pinggang.
7. Berjalan santai
Setelah makan malam, usahakan berjalan-jalan ringan atau beraktivitas untuk membantu mempercepat proses pencernaan dan mengurangi risiko asam lambung naik ke kerongkongan ketika tidur.
• Kenali Komplikasi yang Berdampak Fatal Jika Terkena GERD
Pengobatan
Secara umum, pengobatan untuk serangan refluks asam ringan antara lain:
- Mengonsumsi obat yang dijual bebas untuk mengatasi heartburn. Untuk kasus Gerd yang lebih serius, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat.
- Menghindari makanan dan minuman pemicu gejala Gerd, seperti alkohol, minuman berkafein, makanan pedas, buah-buahan sitrus, tomat, bawang, cokelat, hingga makanan berminyak dan digoreng.
- Catat gejala yang timbul untuk mengetahui makanan atau minuman apa yang mungkin menjadi pemicu sehingga bisa dihindari. Begitu pula jika pemicunya bukan makanan.
- Mengetahui efek samping obat yang dikonsumsi. Sebab, siapa tahu obat tersebut berkontribusi terhadap refluks asam atau gejala Gerd lainnya.
- Mengurangi stres.
- Menjaga berat badan sehat. Obesitas dan berat badan berlebih bisa memengaruhi frekuensi mengalami refluks asam.
Gerd yang tidak diobati bisa berujung pada komplikasi serius. Oleh karena itu, cobalah menerapkan tips pencegahannya agar Gerd tidak kambuh saat tidur.
Jika masih mengalami keluhan yang sama meskipun sudah melakukan beberapa upaya pencegahan, berbicaralah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penyakit-gerd-yang-memiliki-beragam-gejala-dan-rasa-sakit-bagi-penderitanya.jpg)