CU Keling Kumang Jadi Pilot Project Pengembangan Pabrik Minyak Makan Merah
CU Keling Kumang dipastikan akan terus bertumbuh dan berkembang agar masyarakat khususnya anggotanya bisa menikmati manfaatnya yang lebih luas.
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - CU Keling Kumang menjadi satu dari 12 CU se-Indonesia yang akan menjadi pilot project pengembangan pabrik minyak makan merah. Ketua Pengurus KSP CU Keling Kumang, Stefanus Masiun ungkap sebagai terobosan yang akan menguntungkan petani.
Dikatakan Masiun selama 30 tahun berdiri, CU Keling Kumang sudah mengembangkan koperasi lain seperti Keling Kumang agro, Keling Kumang Union, dan Keling Kumang Ladja Tampun Juah.
CU Keling Kumang dipastikan akan terus bertumbuh dan berkembang agar masyarakat khususnya anggotanya bisa menikmati manfaatnya yang lebih luas. Satu di antaranya dengan rencana pembangunan pabrik CPO dan pabrik minyak makan merah di tahun 2023.
• Pemkab Sekadau dan Tokoh Masyarakat Sepakati Pembangunan Ulang Tugu Jam Sekadau
"8 Juli kemarin kita diundang Kementerian Koperasi, untuk ke Medan bertemu Presiden. Kami gembira karena terpilih menjadi pilot project pengembangan pabrik minyak makan merah. Pada tahun 2023 kita akan segera membangun pabrik CPO, pabrik minyak makan merah dan mendistribusikannya. Dengan demikian anggota kita bisa menikmati manfaat yang makin besar," ungkap Masiun.
Pengembangan pabrik minyak makan merah dinilai Masiun sebagai satu terobosan yang sangat bagus. Sehingga petani kelapa sawit tidak hanya menguasai sektor Hulu (kebun).
Tetapi juga dapat andil pada sektor tengah dengan adanya pabrik CPO dan sektor hilir dengan adanya pabrik minyak makan merah.
Pada sisi lainnya, Masiun berharap harga TBS sawit dapat kembali naik di bulan Agustus seperti sebelumnya. Seiring dengan harapan pajak ekspor dapat diturunkan oleh Pemerintah.
Sehingga ekspor CPO dapat terus ditingkatkan yang nantinya juga akan berdampak baik bagi harga TBS sawit.
Mengingat turunnya harga TBS sawit juga akan berdampak pada Koperasi jika berlangsung lama. Mengingat koperasi selama ini juga menjadi partner petani dalam mengembangkan perkebunan, khsususnya kelapa sawit. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News