Implementasi Nilai Moderasi Beragama Sebagai Langkah Konkret Cegah Radikalisme

semangat beriman yang moderat, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan di Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Diskusi Panel Moderasi Beragama Lintas Etnis dan Agama, di Kota Pontianak yang dilaksanakan di hotel Mahkota Pontianak, Sabtu 23 Juli 2022. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dukung moderasi beragama lintas etnis, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalbar menggelar Diskusi Panel Moderasi Beragama Lintas Etnis dan Agama, di Kota Pontianak.

Bertempat di Hotel Mahkota Pontianak, 200 peserta dari berbagai etnis dan agama di Kalbar hadir, Sabtu 24 Juli 2022.

Mengusung tema “Peranan Pemuda Menggalakkan Moderasi Beragama Lintas Agama dan Etnis di Kalimantan Barat,“ Hadir sebagai narasumber pada kegiatan itu yakni Dr. Hermansyah, M.Ag yang merupakan Dosen IAIN Pontianak, Turiman Faturahman, SH, M.Hum Dosen Fakultas Hukum UNTAN, dan Dr. Firdaus Zar'in, M.Si, Ketum BKPRMI Kalbar.

Kepada pemuda lintas agama dan etnis, para narasumber tersebut mengajak untuk semangat beriman yang moderat, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan di Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan ini pula, ketiga narasumber sepakat agar pemuda lintas agama dan etnis Kalbar dapat menggalakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungannya, sekaligus sebagai upaya atau langkah konkret atas pencegahan paham radikalisme yang telah merangsek di kalangan kaum muda.

Turiman Fathurrahman menilai saat ini pemuda memegang peran penting dalam pembangunan estafet, untuk itu pemuda Kalbar harus menjadi ikon untuk mengimplementasikan moderasi beragama di Indonesia, khususnya di Kalbar mengingat Kalbar memiliki masyarakat multi etnis, dan kedua perancang lambang negara berasal dari Kalbar.

Kemudian, tentang konsep moderasi beragama, Turiman menjelaskan bahwa hal itu sudah final dalam paham kebangsaan Bhineka Tunggal Ika, namun memang menurutnya masih banyak yang keliru mengartikan Bhineka Tunggal Ika itu sendiri.

"Selama ini Bhineka Tunggal Ika diartikan berbeda-beda tapi satu jua, jika mengacu pada pidato Bung Karno 22 Juli 1958, artinya berjenis- jenis tapi tunggal, menunjukkan keberagaman persatuan dan kesatuan keragaman," tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Umum BKPRMI Kalbar Firdaus Zarin, menyatakan pemuda lintas agama Kalbar harus beriman moderat, membawa orang ke jalan tengah, serta tidak berlebihan atau ekstrem.

Cara beragama perlu menerapkan budaya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta dapat bekerjasama, tanpa kekerasan, menghargai budaya, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan kemajuan IT (ilmu teknologi) saat ini, ia berharap nilai-nilai agama yang dianut senantiasa dilaksanakan dalam pergaulan berkonteks bhineka tunggal ika.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar Syahrul Yadi yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa Kalbar identik dengan multi keberagaman dan perbedaan serta yang paling essensial adalah agama.

Saat ini terdapat enam agama yang diakui di Indonesia, dan menurutnya setiap orang harus menerapkan agama secara moderat.

Moderasi Beragama Bukan Memoderasi Agamanya Melainkan Moderasi Pola Pikir Dalam Beragama

Untuk menjaga persatuan serta bagaimana agar agama suku bangsa tidak saling mencurigai, ia harap dapat sering dilakukan dengan kegiatan bersama, sehingga akan lahir persatuan dan kesatuan antar ummat beragama, sehingga dapat mencegah pemahaman radikal atau liberal.

"Untuk menyikapi ilmu teknologi yang berkembang pesat saat ini, saya berpesan kepada pemuda Kalbar untuk tidak melupakan pentingnya persatuan. Pemuda sebagai generasi yang bertanggungjawab untuk masa depan kalbar harus bijak menyikapi IT. Pemuda harus menggunakan medsos secara berakhlak, harus memberlakukan 3 S (saring, sharing, share)," pesannya.

Penanaman Nilai Moderasi Beragama

Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ibrahim, M.A, menyampaikan, bahwa proses Pendidikan merupakan elemen penting dalam penanaman nilai-nilai luhur bangsa, tidak terkecuali nilai moderasi beragama, Minggu 17 Juli 2022.

Hal tersebut, ia sampaikan, lantaran proses Pendidikan Islam di sekolah-sekolah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya menciptakan sumber daya umat yang kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, paham radikal ekstrim dan intoleransi yang mengancam harmonisasi umat dan NKRI.

"Ada empat hal yang penting diperhatikan dalam upaya mengimplementasikan prinsip-prinsip moderasi dalam proses Pendidikan Islam," ujarnya.

Pertama, pastikan guru-guru PAI memahami dengan baik prinsip-prinsip moderasi beragama yang sedang digalakkan oleh pemerintah, terutama Kementerian Agama.

"Dimana pentingnya bagi setiap guru PAI untuk diikutertakan dalam kegiatan sosialisasi, atau bahkan Pendidikan dan Pelatihan moderasi. Sehingga dengan demikian guru-guru PAI bisa diharapkan menjadi agen bagi Pendidikan Moderasi Beragama di sekolah masing-masing," jelasnya.

Kedua, pastikan kurikululum yang digunakamn oleh guru PAI dalam proses pembelajaran tidak terkontaminasi dengan muatan-muatan faham radikal ekstrim dan intoleransi.

Termasuk buku-buku pembelajaran PAI mesti telah lolos revieu, dan terjamin bebas dari muatan faham yang bertentangan dengan prinsip-prinsip moderasi.

Ketiga, pastikan lingkungan pembelajaran PAI dapat menjadi model (tauladan) bagi penanaman nilai dan praktek moderasi beragama. Lingkungan Pendidikan sekolah (Guru dan murid) mesti menjadi model bagi harmonisasi interaksi sosial keagamaan, toleransi dan anti kekerasan.

Keempat, pastikan guru-guru PAI berani dan selalu membuat inovasi pembelajaran yang mendukung bagi penguatan nilai dan praktek moderasi di sekolah.

Diantara bentuk inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah lomba membuat narasi ayat atau hadist pluralitas; menulis cerpen toleransi; design konten medsos ayat atau hadits kerukunan dan harmonisasi; lomba karikatur moderasi; membentuk kelas antarbudaya, dan sebagainya.

Empat poin tersebut juga ia sampaikan saat saat mengisi materi Implementasi Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, 14 Juli 2022 kemarin di Hotel 95 Pontianak.

Yang dihadiri oleh para peserta dari guru-guru agama Islam yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat

"Pada intinya, nilai-nilai pluralitas, toleransi dan harmonisasi yang merupakan bagian dari prinsip moderasi mutlak dan penting untuk diimpelemtasikan dalam proses Pendidikan, terutama Pendidikan Islam. Karena dari sinilah proses pembentukan karakter, cara pandang dan sikap beragama peserta didik terbangun, apakah akan tumbuh menjadi individu yang moderat atau sebaliknya," tukasnya

FGD Moderasi Beragama

Pada Kamis 14 juli 2022 lalu, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat Syahrul Yadi menyampaikan potensi perpecahan saat ini cukup kental dikarenakan berbagai paham Radikalisme dari aliran kelompok ekstrem.

Oleh sebab  itu pihaknya dari Kementerian Agama memiliki program nasional yakni Moderasi Beragama, yakni cara pandang dan memahami serta mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem. 

Syahrul Yadi menyampaikan bahwa banyak orang mudah tersinggung bila sudah membahas tentang agama, bahkan terkadang ada yang tidak berfikir tentang hal lain, dan bahkan siap mengorbankan nyawa bila sudah berbicara tentang agama. 

"Maka Moderasi harus ada pada agama tidak pada yang lain. Karena Moderasi Agama ini cara mengartikan agama tidak radikal, tidak liberal, bukan keras atau terlalu lembut, jadi disesuaikan dengan kondisi dan bangsa Indonesia, " ujarnya saat Focus Group Discussion bertemakan Moderasi Beragama dan Pluralisme di rumah Adat Melayu.

Saat ini, pihaknya pun sudah berusaha menanamkan bagaimana Moderasi Beragama dari akar rumput, yakni dari tahapan sekolah, dimana dari para guru mengajarkan para siswa dan siswinya. 

"Inshaa Allah untuk generasi berikutnya adalah generasi yang moderat bukan Radikal dan bulan Liberal," tuturnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved