Lutfi Almutahar 'Geram' Sikap Sekda Pontianak yang Jarang Hadir Undangan Rapat Komisi

Lutfi mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir ini tercatat setidaknya Sekda Kota Pontianak jarang menghadiri undangan rapat komisi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pontianak Lutfi Almutahar . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Unsur pimpinan Komisi I DPRD Kota Pontianak mengungkapkan kegeramannya terhadap Sekda Kota Pontianak lantaran beberapa kali dijadwalkan untuk rapat bersama tidak hadir.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pontianak Lutfi Almutahar pada Minggu 26 Juni 2022.

Lutfi mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir ini tercatat setidaknya Sekda Kota Pontianak jarang menghadiri undangan rapat komisi maupun rapat gabungan dengan DPRD Kota Pontianak.

PAC GP Ansor Pontianak Utara, Polsek, PDPM dan Ponpes As-Sajadah Makkiyah Gelar Sunatan Massal

“Sudah dua tahun terakhir ini Sekda Kota Pontianak tidak pernah menghadiri rapat kerja dengan Komisi I, selalu diwakili,” ungkapnya.

Lutfi mengatakan, rapat kerja Sekda Kota Pontianak dengan Komisi I selaku mitra kerja selalu diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan.

"Untuk itu, kita mempertanyakan alasan kehadiran Sekda ini yang selalu diwakili," ujarnya.

Lutfi menilai, kehadiran Sekda dalam rapat kerja dengan Komisi I DPRD Kota Pontianak sangatlah penting untuk membahas berbagai isu pemerintahan Kota Pontianak Kalimantan Barat.

“Sekda sebagai pimpinan ASN Kota Pontianak tidak boleh semena-mena. Tidak boleh egois dan semena-mena, harus bekerja secara profesional sebagai ASN,” timpalnya.

Dalam hal ini, kata dia, Sekda Kota Pontianak juga dinilai tidak menghormati DPRD Kota Pontianak serta Komisi I sebagai mitra kerja.

“Ingat, sesuai aturan posisi Sekda itu setara anggota DPRD. Jadi kalau diundang wajib hadir. Kita harus saling menghormati sebagai mitra kerja,” ungkapnya.

Lutfi juga menilai jika Sekda bermalas-malasan dalam menjalankan tugasnya. Sebab tidak pernah memberi konfirmasi yang jelas perihal ketidakhadirannya.

“Bagaimana Kota Pontianak bisa maju kalau Sekda malas-malasan. Bagaimana program Pemerintahan Kota Pontianak bisa berjalan baik. Kita baru saja mulai bangkit akibat pandemi Covid 19. Seharusnya sekda juga lebih serius untuk mendukung program kerja Walikota Pontianak,” imbuhnya.

Lutfi meminta jika Sekda Kota Pontianak yang diisukan hendak maju sebagai Walikota Pontianak untuk fokus dahulu menjalankan tugas sebagai ASN dan jabatan sebagai Sekda.

“Kalau memang perihal keinginan maju sebagai calon Walikota Pontianak sebaiknya mundur sebagai ASN dan Sekda. Harus fokus bekerja, fokus dengan tugasnya,” tegas Lutfi.

Jika Sekda Kota Pontianak masih tidak mengormati DPRD Kota Pontianak maupun Komisi I dengan tidak menghadiri rapat maka Lutfi meminta Pimpinan Komisi maupun Pimpinan DPRD Kota Pontianak melayangkan surat teguran.

Bahkan Lutfi meminta Walikota Pontianak mencopot Sekda sebab dinilai tidak bekerja secara profesional.

“Kita minta Pak Walikota copot saja Sekda. Masih banyak ASN di Kota Pontianak yang berkompeten dan profesional sebagai Sekda. Sebab ini demi  berjalannya roda pemerintahan di Kota Pontianak dengan baik dan lancar. Kalau komunikasi dengan mitra kerja tidak baik bagaimana program yang ada bisa dibahas dan dilaksanakan dengan maksimal,” tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved