Krisis Ekonomi di Amerika Serikat Diprediksi Bisa Terjadi Lebih Cepat dari Perkiraan Awal

Nomura Aichi memperingatkan, kondisi keuangan akan semakin ketat lantaran sentimen konsumen, distorsi pasokan energi dan makanan, serta prospek pertum

Editor: Ishak
Nelson ALMEIDA / AFP
Suasana di satu di antara pasar saham di Amerika belum lama ini . Krisis Ekonomi yang menerpa Amerika Serikat diprediksi bisa terjadi lebih awal imbas kebijakan The Fed . Selengkapnya di artikel ini Selasa 21 Juni 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Krisis Ekonomi mengintai Amerika Serikat .

Semula, resesi ekonomi di Negeri Paman Sam itu diperkirakan akan jatuh pada 2023 tahun depan.

Namun, kondisi dan perkembangan terkini justru membuat prediksi Krisis Ekonomi di Amerika Serikat malah bisa saja terjadi lebih awal.

Dirangkum dari laman Kontan.co.id, ekonomi AS kemungkinan akan jatuh ke dalam resesi ringan pada akhir 2022 .

Amerika Serikat Terancam Badai Krisis Ekonomi , Menkeu AS Janet Yellen Pasrah | Harga Gas Naik !

Prediksi itu dibuat berdasarkan langkah Bank Sentral Amerika Serikat , Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.

Ekonom Nomura Holdings Inc. mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lambat jadi satu di antara alasannya.

"Dengan momentum pertumbuhan yang melambat dengan cepat dan komitmen The Fed untuk memulihkan stabilitas harga, kami percaya resesi ringan yang dimulai pada kuartal keempat 2022 sekarang lebih mungkin dibanding tidak," tulis ekonom Nomura Aichi Amemiya dan Robert Dent dalam sebuah catatan Senin 20 Juni 2022 seperti dikutip Bloomberg.

The Fed Naikkan Suku Bunga , Risiko Gagal Bayar Kredit Perbankan di Amerika Serikat Melonjak!

Nomura Aichi memperingatkan, kondisi keuangan akan semakin ketat lantaran sentimen konsumen, distorsi pasokan energi dan makanan, serta prospek pertumbuhan global memburuk.

"Dengan inflasi bulanan hingga 2022 kemungkinan akan tetap tinggi, kami percaya respons The Fed terhadap penurunan pada awalnya akan diredam," sebut ekonom Nomura.

Perusahaan jasa keuangan asal Jepang ini memperkirakan, kenaikan suku bunga AS akan berlanjut hingga 2023, tetapi dengan tingkat yang sedikit lebih rendah.

Aichi Nomura pun menurunkan perkiraan PDB riil AS untuk tahun ini menjadi 1,8 persen, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya 2,5%. Sedang proyeksi untuk tahun depan hanya 1,3%.

Persistensi inflasi dan mandat tunggal The Fed adalah salah satu faktor yang mendorong penurunan PDB riil AS.

2023 , Krisis Ekonomi Diperkirakan Hantam Amerika Serikat ! Pasar Saham dan Crypto Berjatuhan

"Dari tingkat yang sangat tinggi, inflasi terus meningkat dan bukti yang berkembang dari ekspektasi inflasi yang tidak terkendali adalah dua pendorong utama penurunan pertumbuhan yang kami harapkan," ungkap ekonom Nomura.

Terlepas dari poros hawkish The Fed yang signifikan sejak November 2021, tekanan inflasi belum mereda secara berarti dan mungkin bisa dibilang memburuk.

Itu sebabnya, Nomura meyakini, upaya The Fed untuk menyelaraskan kembali permintaan dengan pasokan yang tertekan guna mengendalikan tekanan harga, pada akhirnya akan mendorong ekonomi AS ke dalam resesi ringan. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul Duh, Ekonomi AS Bisa Jatuh ke Dalam Resesi Akhir Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

 

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved