Apa itu Periodisasi ? Ketahui Pengertian Periodisasi, Tujuan Periodisasi dan Jenis-jenis Periodisasi

Artikel ini akan membahas mengenai pengertian periodisasi, tujuan periodisasi, jenis-jenis periodisasi serta faktor yang mempengaruhi periodisasi.

Editor: Jimmi Abraham
GRAMEDIA
Ilustrasi periodisasi. 

Hal ini membuat rangkaian-rangkaian tahun dan hal lainnya menjadi deretan yang tak berujung.

Rangkaian peristiwa tersebut tidak memiliki pangkal.

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan sebuah gambaran atau pandangan maka deretan itu dibagi-bagi lagi.

Apa itu Spotify Pie yang Lagi Trending di Media Sosial? Simak Penjelasan dan Cara Membuatnya

2. Menyederhanakan kisah sejarah

Sejarah adalah sesuatu yang panjang.

Tidak hanya itu, sebuah kejadian di dalam sejarah juga adakalanya terbilang rumit.

Hal-hal seperti ini seringkali tidak menemukan titik temu.

Oleh karena itu, munculah sebuah periodisasi.

Tujuannya agar dapat menyederhanakan kisah sejarah yang rumit dan panjang.

(Sidi Gazalba, 1981: 62) menyebutkan bahwa untuk menghadapi sebuah keruwetan, pikiran mengurai-uraikan, melakukan sebuah pembagian dan penggolongan.

Gambaran yang terlihat rumit tersebut kemudian disederhanakan.

Selain itu, akan diikhtisarkan menjadi satu tatanan atau orde. Hal itu akan memudahkan pengertian.

Pijat Perineum itu Apa ? Ketahui Apa itu Pijat Perineum dan Cara Melakukan Pijat Perineum

3. Memenuhi syarat sistematika ilmu pengetahuan

Tujuan ketiga dari periodisasi adalah memenuhi persyaratan sistematika di dalam ilmu pengetahuan.

Salah satu syarat sebuah ilmu pengetahuan adalah sifatnya yang sistematis.

Setiap ilmu pengetahuan memiliki sifat sistematis.

Semua kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lampau akan dikelompokan.

Setelah itu akan dihubungkan satu sama lain.

Kemudian akan dikaitkan, dan berakhir disusun secara sistematis.

4. Dasar penyusunan cerita sejarah

Sejarah yang panjang dan rumit perlu disusun.

Tujuannya supaya memudahkan seseorang dalam mengkajinya.

Peristiwa atau kejadian itu akan disusun berdasarkan waktu atau periodisasinya.

(Louis Gottschalk, 1983: 149) menyebutkan bahwa penyusunan data sejarah yang paling masuk akal dilakukan secara kronologis.

Maksudnya adalah penyusunan data sejarah yang dibuat berdasarkan periode waktu.

Hal ini disebabkan karena kronologi adalah satu-satunya norma objektif.

Selain itu, kronologi adalah konstan yang harus diperhitungkan oleh para ahli atau sejarawan.

Apa itu Daun Eucalyptus ? Wangi Eucalyptus Seperti Apa ? Kang Emil Sebut Jasad Eril Aroma Eucalyptus

5. Mengetahui peristiwa secara kronologis

Tujuan periodisasi juga untuk mengetahui peristiwa sejarah berdasarkan kronologisnya.

Penyusunan cerita-cerita sejarah yang dilakukan dengan cara kronologis akan memudahkan.

Seseorang akan mudah mengetahui urutan terjadinya suatu peristiwa tersebut.

Kronologi akan menghindarkan kita dari keharusan mengulang kisah.

Seperti mengenai peristiwa yang sama.

Periodisasi yang disusun secara kronologi juga akan mengungkapkan serta menjelaskan sebab dan akibat dari suatu peristiwa.

Jenis-jenis Periodisasi

Periodisasi akan memberikan bentuk dan corak sendiri kepada bahan sejarah yang tidak memiliki batas.

Karakteristik tersebut yang menjadikan sebuah pembeda.

Pembeda di antara babak yang satu dengan babak yang lain.

Ada pula beberapa faktor yang dijadikan sebuah kriteria di dalam Menyusun konsep periodisasi.

Faktor tersebut juga menyangkut jenis-jenis periodisasi.

Apa itu Paspampres ? Apa Tugas dan Fungsi Paspampres ?

Berikut ini adalah jenis-jenis periodisasi:

1. Periodisasi berdasarkan satuan waktu kronologis

Periodisasi yang dibagi berdasarkan waktu adalah cara yang sangat sederhana untuk melakukan periodisasi.

Periodisasi ini umumnya akan dibulatkan berdasarkan beberapa hal.

Seperti berdasarkan tahun kejadian atau abad kejadian.

Contohnya seperti di bawah ini:

a. Perang tentara Portugis dengan tentara Spanyol di Indonesia

Pada tahun 1529 terjadi sebuah peperangan.

Peperangan tersebut terjadi di antara tentara Potugis dengan tentara Spanyol di Indonesia.

Pada tahun 1546, Filipina jatuh ke tangan Spanyol.

Sementara itu, Ambon dan Ternate jatuh ke tangan Portugis.

b. Sejarah Perancis pada abad ke-9

Ini adalah salah satu periodisasi berdasarkan satuan kronologisnya.

Akan tetapi, periodisasi melalui cara ini dinilai kurang efektif.

Hal tersebut diibaratkan seperti memasang patok kilometer yang konstan terhadap sebuah jalan.

Patok-patok waktu itu tidak akan berbicara apapun tentang yang terjadi di dalam sana.

Periodisasi ini ternyata tidak memberikan sebuah corak atau perbedaan pada peristiwa.

Tidak juga memberikan sebuah klasifikasi kejadian yang terkandung di dalamnya.

Namun, periodisasi ini hanya menyangkut perbedaan itu sendiri.

Baca juga: Apa itu Tes TKB BUMN 2022 ?

2. Periodisasi berdasarkan ciri-ciri yang terkandung oleh kejadian

Pada periodisasi ini, tidak menjadikan waktu sebagai pembatas yang utama.

Waktu bukanlah pembatas utama ketika proses pengelompokan sejarah.

Melainkan akan melihat berdasarkan ciri-ciri yang utama pada suatu kejadian.

Hal itu dilakukan untuk menjadi pembatas pada sejarah itu sendiri.

Walaupun demikian, setiap periodisasi tidak akan lepas dari sebuah waktu.

Setiap kejadian atau peristiwa pasti terikat dengan waktu.

Pasalnya, setiap kejadian akan berlangsung di dalam sebuah waktu.

Oleh karena itu, meskipun waktu bukan pembatas utama, tetapi periodisasi jenis ini tetap akan dihubungkan dengan waktu.

Contohnya seperti yang diungkapkan oleh Prof. Moh. Yamin di dalam bukunya yang berjudul 6000 Tahun Sang Saka Merah Putih (1957).

Periodisasi sejarah bangsa Indonesia dibagi menjadi enam bagian, berikut penjelasannya:

- Zaman prasejarah sampai dimulainya Tarikh Masehi

- Zaman Protohistoris atau saat dimulainya sejarah Indonesia (permulaan Tarikh Masehi sampai abad ke-7)

- Zaman Sriwijaya Syailendra (abad ke-7 sampai abad ke-12)

- Zaman Singasari Majapahit (abad ke-13 sampai abad ke-16)

- Zaman Penyusunan Kemerdekaan Indonesia (abad 16-19)

- Abad Proklamasi Kemerdekaan (awal abad ke-20 sampai pertengahan abad 20)

Cek Syarat Jalur Zonasi PPDB Online 2022, Apa Itu Jalur Afirmasi?

3. Periodisasi berdasarkan ranting

Jenis periodisasi selanjutnya berdasarkan ranting.

Ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang luas serta kaya ilmu membutuhkan diferensiasi.

Hal ini juga sama halnya dengan sejarah.

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan juga melakukan diferensiasi di dalam “ranting”.

Hal tersebut jadi memudahkan kita ketika memusatkan perhatian pada bagian yang khusus di dalam sebuah sejarah.

Maka memungkinkan dalam mensejarahkan atau meriwayatkan bidang kegiatan manusia secara lebih saksama dan mendalam.

Tujuannya untuk memudahkan menguasai seluruh fakta dari masa lalu.

Mengingat bahwa fakta-fakta tersebut terdapat berbagai macam dan secara terperinci.

Adapun ranting-ranting di dalam ilmu sejarah dapat dibagi menjadi berikut:

- Sejarah ekonomi

- Sejarah perang

- Sejarah politik

- Sejarah konstitusi

- Sejarah sosial

- Sejarah budaya

- Sejarah pendidikan

- DLL

Baca juga: Apa itu PMK Sapi , Kambing dan Domba ? Ketahui Penyebab PMK dan Cara Penularan PMK

Ranting-ranting tersebut akan saling berhimpun di dalam sejarah sebagai sebuah ilmu.

Pada kedudukan  yang paling tinggi, semua ranting akan bersatu ke dalam sejarah manusia.

Di samping jenis-jenis periodisasi di atas, periodisasi pada setiap negara kemungkinan akan berbeda sesuai dengan yang ada pada negara tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Periodisasi

Periodisasi sejarah merupakan dasar penyusunan terhadap cerita sejarah.

Penyusunan periodisasi ini sangat dipengaruhi oleh sejarawan atau pakar itu sendiri.

Di samping pengukuran periodisasi, pasti terdapat perbedaan-perbedaan.

Misalnya seperti perbedaan batas pengukuran antara sejarawan satu dengan sejarawan yang lain.

Periodisasi sejarah adalah sebuah pendapat dari para sejarawan.

Pendapat tersebut didasarkan oleh pengamatan dan tafsirannya sendiri.

Oleh karena itu, periodisasi adalah hal yang bersifat subjektif.

Baca juga: Apa itu NRP TNI atau Nomor Registrasi Pusat TNI ?

Seringkali periodisasi ini akan menimbulkan sebuah perbedaan pandangan atau pendapat antar sejarawan.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai hal.

Seperti karena subjek permasalahannya, adanya perbedaan dalam cara penilaian, serta perbedaan cara berpikir dari masing-masing sastrawan itu sendiri.

Oleh karena itu, periodisasi adalah hal yang erat kaitannya dengan filsafat, agama, keyakinan, kepercayaan atau, pandangan hidup.

Selain perbedaan mengenai hal tersebut, ada hal lain yang menjadi faktor pembeda.

Seperti perbedaan kebudayaan dan perbedaan sikap.

Perbedaan politik pada masanya juga menjadi salah satu hal yang akan mempengaruhi cara berpikir seorang sejarawan

Artikel ini telah tayang di Gramedia.co, dengan judul Pengertian Periodisasi: Tujuan, Jenis-jenis dan Faktor yang Mempengaruhi

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved