Terbakar Cemburu, Anak Anggota DPRD Ketapang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Hingga Alami Luka Memar

Uti Farras Difta yang merupakan putra anggota DPRD Ketapang itu mengaku dirinya dianiaya oleh pelaku lantaran cemburu. 

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/AJK
Uti Farras Difta (20) saat melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dirinya ke Polres Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Seorang pria bernama Uti Farras Difta (20) diduga dianiaya oleh pelaku berinisial DI, di area Hotel Aston Ketapang pada Minggu 22 Mei 2022 sekitar pukul 02.45 WIB.

Akibat kejadian itu, leher, bagian dada dan pelipis korban mengalami luka memar.

Saat dikonfirmasi, Uti Farras Difta yang merupakan putra anggota DPRD Ketapang itu mengaku dirinya dianiaya oleh pelaku lantaran cemburu. 

Sebab, wanita yang bersamanya merupakan mantan pacar pelaku. 

Pemda Ketapang Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2022

"Dia (pelaku) sudah dua kali berbuat kasar seperti ini. Saya tidak mau ini terus berlanjut, sebab penganiayaan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita di negara hukum," kata pria yang kerap disapa Adif itu, Senin 23 Mei 2022.

Saat kejadian, lanjut Adif, dirinya dipiting oleh pelaku. Amarah pelaku tak dapat diredam sebab Adif saat itu bersama mantan pacar pelaku. 

Beruntung sejumlah orang yang ada di lokasi saat itu dapat melerai.

"Padahal saya dengan Tanti tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas teman. Yang saya tahu, siapapun yang dekat dengan Tanti itu pasti dikejar oleh pelaku," ujar Adif.

Tak hanya sebatas penganiayaan, pelaku juga telah mengancam korban melalui pesan singkat. 

Hal itu pun membuat korban resah dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Ketapang.

"Ini sudah dua kali dia melakukan ke saya. Jadi mau tidak mau, saya harus melaporkan ini ke pihak kepolisian dengan hukum yang berlaku. Saya di sini posisinya merasa terancam, kita juga tidak mungkin balas menyerang," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP M. Yasin menyampaikan, laporan korban sudah diterima pihaknya. 

Ia juga membenarkan motif pelaku melakukan hal tersebut karena cemburu. 

"Kami juga sudah minta yang bersangkutan melakukan visum, diantar juga bersama anggota," kata Yasin, Senin 23 Mei 2022.

Yasin melanjutkan, pihaknya hari ini tengah mendalami kasus tersebut dan akan memanggil pihak yang bersangkutan.

"Kita akan memanggil pihak terkait beserta saksi yang menyaksikan dugaan tindak pidana tersebut. Untuk hasil visum, secara resmi belum keluar," ujarnya.

Yasin mengatakan, jika pelaku terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan, pelaku dapat dijerat dengan pasal 351 KUHP. 

"Kita lihat dulu apakah dalam kategori penganiayaan berat atau ringan. Hukumannya paling lama penjara 2 tahun 8 bulan," tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved