Sapi Kurban Jokowi di Sanggau Diduga Terinfeksi Penyakit PMK, Ketapang Lakukan Karantina Wilayah

Maka dari itu, lanjut Dadan, pihaknya telah lakukan pengambilan sampel terhadap sapi tersebut untuk dites di laboratorium.

Editor: Marlen Sitinjak
IST
Sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo untuk Idul Adha yang dititipkan kepada seorang peternak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). (Istimewa) 

Isolasi

Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang melalui Kabid Peternakan Khoirul Syahri mengungkap jumlah suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Ketapang berjumlah 18 ekor sapi.

Jumlah tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap penyebaran PMK ke sejumlah sentra hewan ternak di Kabupaten Ketapang.

Dari 18 ekor sapi itu, 8 di antaranya ditemukan satu kandang di lokasi PT Cargill di Kecamatan Manis Mata, yang mana 2 di antaranya sudah menunjukkan gejala.

Sedangkan yang bisa diambil untuk sampel berjumlah 5 ekor.

"Untuk yang menujukkan gejala saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan masih diisolasi dipisahkan dengan ternak lain," kata Khoirul, Senin 16 Mei 2022.

Selain itu, suspek selanjutnya ditemukan di Kecamatan Benua Kayong tepatnya di Desa Kinjil Pesisir berjumlah 7 ekor sapi dan Kelurahan Muliakerta 3 ekor yang sudah menunjukkan gejala PMK.

"Semua sudah diambil sampel oleh pihak Balai Veteriner Banjarbaru. Saat ini dari 10 ekor tersebut, 9 ekor sudah mulai membaik. Sedangkan 1 ekor masih dalam kondisi lemah tapi nafsu makan sudah ada," jelasnya.

Khoirul menegaskan, saat ini semua hewan ternak yang suspek, masih diisolasi dan dilakukan biosekuriti di masing-masing kandang.

Kasus PMK Masuk Kalbar, Begini Penjelasan Dokter Hewan

Pengawasan pun sudah dilakukan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Ketapang secara keseluruhan dan masing - masing Kecamatan melalui Polsek setempat.

Sedangkan mengenai bentuk mitigasi, kata Khoirul, penanganan secara intensif terus dilakukan pada hewan yang sakit dengan injeksi antibiotik dan vitamin.

Selain itu, dilakukan juga pelaksanaan biosekuriti secara ketat yaitu penyemprotan kandang secara berkala dengan disinfektan.

"Yang paling penting adalah lock down artinya untuk sementara waktu tidak diperkenankan ternak dari luar ketapang masuk ketapang dan keluar ketapang," ujarnya.

Menurut Khoirul, pihaknya juga telah menyebar poster terkait PMK dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di 20 Kecamatan se-Kabupaten Ketapang.

"Yang akan dilakukan pemeriksaan terutama pada daerah atau kecamatan padat ternak dan yang paling sering dilalui kendaraan bermuatan ternak atau lalu lintas ternak," tegasnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved