Apa Akibat Jika Negara Gagal Bayar Utang? Utang Indonesia Tembus 7 Ribu Triliun / Rp7.014,58
Utang RI Tembus Rp 7.000 Triliun, Menkeu Sri Mulyani Soroti soal Gagal Bayar Sri Lanka.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan menyebut, rasio utang terhadap PDB RI masih lebih kecil baik dibandingkan dengan negara ASEAN, G20, maupun negara di seluruh dunia.
"Untuk menjaga dari kesehatan APBN, rasio utang (Indonesia) termasuk relatif rendah diukur dari negara ASEAN, G20, dan seluruh dunia," ucap Sri Mulyani dalam tayangan Youtube Komite Stabilitas Sistem Keuangan dikutip Kompas.com, Jumat 15 April 2022.
Kasus gagal bayar Sri Lanka
Meski begitu, bendahara negara ini tetap mewaspadai lonjakan utang Indonesia. Gagal bayarnya Sri Lanka pun menjadi sorotan Sri Mulyani.
Asal tahu saja, Sri Lanka mengumumkan bakal gagal membayar utang luar negeri 51 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 732 triliun (kurs Rp 14.371).
Gagal bayar diumumkan sebagai langkah terakhir setelah Sri Lanka kehabisan devisa untuk mengimpor barang pokok yang dibutuhkan masyarakat.
"Ini tetap kita jaga secara sangat hati-hati dan secara prudent. Kami lihat tekanan seluruh dunia ke negara-negara akan meningkat, seperti saah satu negara yaitu Sri Lanka, kami akan liat sisi bagaimana menjaga (porsi utang)," beber Sri Mulyani.
Apa Dampak Apabila Negara Gagal Bayar Utang:
Apabila negara gagal dalam membayar utang maka akan memicu krisis dan apabila mencetak banyak uang maka akan memicu inflasi yang tak terkendali nantinya.
Selain memicu krisis, dampak buruk apabila negara gagal bayar utang tidak mendapat kepercayaan lagi sehingga sulit untuk mendapatkan pinjaman atau utang lagi.
Pemerintah tentunya mencari berbagai cara untuk membayar utang, satu diantara jalannya adalah menaikan pajak-pajak yang ada.
Naiknya pajak akan membuat masyarakat semakin tercekik.
Negara akan kehilangan kepercayaan dari Investor, pasar saham akan mengalami kekacauan dan lambat laun hancur.
Semua lembaga keuangan akan mengalami kegagalan untuk melakukan antisipasi apapun terhadap kondisi gagal bayar (default) yang bergerak seperti efek domino.
Tak lama kemudian, dampaknya akan terasa di masyarakat. Program pendanaan dari pemerintah ke masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan dukungan fasilitas publik lainnya akan terhenti sehingga tidak ada lagi jaminan untuk masyarakat. Dari sini, masyarakat akan merasa resah sehingga terjadi kekacauan.
Perekonomian dalam negeri akan amburadul, karena pelaku bisnis tidak akan bisa menjalankan usahanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Utang Pemerintah Dinilai Masih Wajar, Kamrussamad: Kasus Gagal Bayar Sri Lanka Jadi Alarm untuk RI,