Apa Akibat Jika Negara Gagal Bayar Utang? Utang Indonesia Tembus 7 Ribu Triliun / Rp7.014,58

Utang RI Tembus Rp 7.000 Triliun, Menkeu Sri Mulyani Soroti soal Gagal Bayar Sri Lanka.

Editor: Syahroni
TELUK ISMOYO / AFP
Petugas penukaran uang asing menghitung uang kertas rupiah untuk nasabah di Jakarta pada 12 Maret 2020. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi akibat isu virus Corona Covid-19. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Indonesia mempunyai utang mencapai Rp 7.014,58 triliun atau setara dengan 40,17 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada bulan Februari 2022.

Tingginya hutang Indonesia ini harus menjadi warning bagi para pengelola negara.

Pasalnya tingginya utang yang ada, bisa membuat negara tak mampu mengelolanya sehingga gagal membayar.

Apa yang terjadi di Sri Lanka dalam membayar utang luar negerinya harus menjadi peringatan pemangku kepentingan negara ini.

Utang Indonesia Tembus Rp 7.000 Triliun ! Mengapa Utang Indonesia Terus Naik ? Ini Kata Sri Mulyani

Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, pemerintah Indonesia diharapkan mengelola utang secara hati-hati serta mengantisipasi berbagai kemungkinan.

"Adapun langkah yang harusnya dilakukan Indonesia adalah tetap mengoptimalkan belanja negara sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Kamrussamad saat dihubungi, Sabtu 16 April 2022.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pendapatan negara yang diketahui kini telah mendapatkan harga komoditas internasional, dan kerja sama dengan Bank Indonesia.

Namun, Kamrussamad meyakini Indonesia tidak akan senasib dengan Sri Lanka karena utang Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan posisi utang negara ASEAN, G20 dan beberapa negara di dunia.

"Melihat hal tersebut kami yakin Indonesia masih dalam posisi aman dan tidak akan ikut jejak negara Sri Lanka," paparnya," ujar politikus Gerindra itu.

Terkait kegagalan Sri Lanka dalam membayar utang sebesar Rp 732 triliun , Kamrussamad menilai hal itu karena negara tersebut mengalami krisis ekonomi terburuk dalam kurung waktu 70 tahun terakhir.

Menurut pejabat Sri Langka, kata Kamrussamad, pandemi Covid-19 serta perang Rusia - Ukraina salah satu penyebab negara tersebut krisis ekonomi.

"Di ketahui Sri Lanka ini sejak merdeka di tahun 1948, negara tersebut tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Namun, krisis beberapa tahun terakhir membuat pemerintah Sri Lanka tidak sanggup lagi membayar utang negara mereka," paparnya.

Utang RI Tembus Rp 7.000 Triliun, Menkeu Sri Mulyani Soroti soal Gagal Bayar Sri Lanka

Utang Luar Negeri Indonesia US$ 416,3 Miliar, Bank Indonesia Pastikan Kondisi Terkendali

Utang pemerintah RI sudah tembus Rp 7.000 triliun di akhir Februari 2022. Dikutip dari APBN Kita, data per 28 Februari menyebut utang negara tercatat sebesar Rp 7.014,58 T.

Kendati begitu, pemerintah menyebut posisi utang ini masih terjaga dalam batas aman dan wajar, serta terkendali.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved