Ramadhan Kareem

Puasa Tapi Marah-marah, Bagaimana Hukumnya?

Lantas, bagaimana dengan orang yang berpuasa, tetapi marah dan bertengkar? Apakah dapat membatalkan puasa?

Tayang:
TANG CHHIN SOTHY / AFP
Seorang pengunjuk rasa Muslim yang marah ditahan saat dia berteriak selama protes di luar Kedutaan Besar Myanmar di Bangkok pada 25 November 2016. Pengunjuk rasa Muslim yang marah turun ke jalan dari Jakarta ke Dhaka pada 25 November untuk mengecam Myanmar atas tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan tanpa pandang bulu. dalam tindakan keras militer terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara itu. Hingga 30.000 Rohingya telah meninggalkan rumah mereka di Myanmar untuk menghindari kekerasan yang sedang berlangsung, kata PBB, setelah pasukan menyerbu ke jalur sempit tempat mereka tinggal pada awal November. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan amal ibadah.

Puasa menjadi satu diantara hal wajib yang harus dilakukan.

Disaat berpuasa, kita dituntut untuk menahan hawa dan nafsunya.

Kita juga dilarang makan, minum, hingga tidak boleh berhubungan intim.

Lantas, bagaimana dengan orang yang berpuasa, tetapi marah dan bertengkar?

Apakah dapat membatalkan puasa?

4 Jenis Makanan yang Dianjurkan Disantap Buka Puasa, Apa Saja?

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyebutkan, mereka yang marah atau bertengkar tetap sah puasanya.

Kewajibannya sebagai Muslim yang harus berpuasa telah gugur, karena telah ditunaikan.

"Kalau kita bertengkar, ya itu orang yang tidak bisa menahan emosi, jadi pahala puasanya hilang," jelas Cholil saat dihubungi Kompas.com, Minggu 3 April 2022.

Dia menyebut, meskipun sah, puasa yang dilakukan tidak berdampak apa-apa.

Ini terjadi pada pertengkaran yang dalam konteks negatif.

"Tapi puasanya sah, sudah gugur kewajibannya. Cuma puasanya tidak berdampak apa-apa," ia melanjutkan.

Waktu yang Tepat Membaca Niat Puasa, Usai Tarawih dan Witir atau Ketika Sahur?

Sementara itu, jika ada orang yang bertengkar dengan pihak lain akibat mempertahankan atau membela suatu kebenaran, maka menurut Cholil hukum itu tidak berlaku.

Bertengkar demi kebaikan bukanlah bertengkar.

"Itu bukan bertengkar, tapi berjuang," ujar Cholil.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved