Ramadhan Kareem
Puasa Tapi Marah-marah, Bagaimana Hukumnya?
Lantas, bagaimana dengan orang yang berpuasa, tetapi marah dan bertengkar? Apakah dapat membatalkan puasa?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan amal ibadah.
Puasa menjadi satu diantara hal wajib yang harus dilakukan.
Disaat berpuasa, kita dituntut untuk menahan hawa dan nafsunya.
Kita juga dilarang makan, minum, hingga tidak boleh berhubungan intim.
Lantas, bagaimana dengan orang yang berpuasa, tetapi marah dan bertengkar?
Apakah dapat membatalkan puasa?
• 4 Jenis Makanan yang Dianjurkan Disantap Buka Puasa, Apa Saja?
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyebutkan, mereka yang marah atau bertengkar tetap sah puasanya.
Kewajibannya sebagai Muslim yang harus berpuasa telah gugur, karena telah ditunaikan.
"Kalau kita bertengkar, ya itu orang yang tidak bisa menahan emosi, jadi pahala puasanya hilang," jelas Cholil saat dihubungi Kompas.com, Minggu 3 April 2022.
Dia menyebut, meskipun sah, puasa yang dilakukan tidak berdampak apa-apa.
Ini terjadi pada pertengkaran yang dalam konteks negatif.
"Tapi puasanya sah, sudah gugur kewajibannya. Cuma puasanya tidak berdampak apa-apa," ia melanjutkan.
• Waktu yang Tepat Membaca Niat Puasa, Usai Tarawih dan Witir atau Ketika Sahur?
Sementara itu, jika ada orang yang bertengkar dengan pihak lain akibat mempertahankan atau membela suatu kebenaran, maka menurut Cholil hukum itu tidak berlaku.
Bertengkar demi kebaikan bukanlah bertengkar.
"Itu bukan bertengkar, tapi berjuang," ujar Cholil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pengunjuk-rasa-muslim-yang-marah-ditahan.jpg)