Ragam Contoh

Pola 2-4-2 Ternyata Ampuh Hilangkan Dehidrasi Selama Menjalankan Puasa

Konsumsi makanan terlalu manis juga sebaiknya dikurangi agar energi tidak cepat turun dan tubuh tetap stabil selama puasa.

ist
MINUM- Dengan pengaturan pola minum yang disiplin, pemilihan makanan sehat, serta istirahat cukup, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh semangat sepanjang bulan Ramadan. 

Ringkasan Berita:
  • Saat Ramadan tiba, umat Muslim menahan makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, sehingga pengaturan pola konsumsi air putih harus dilakukan dengan tepat agar tidak mengalami dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.
  • Dalam keterangannya yang dikutip dari Serambinews.com, dr. Tri Wahyuni menyarankan penerapan metode 2-4-2 sebagai panduan praktis memenuhi kebutuhan cairan harian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjaga kecukupan cairan selama menjalani ibadah puasa menjadi salah satu kunci penting agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. 

Saat Ramadan tiba, umat Muslim menahan makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, sehingga pengaturan pola konsumsi air putih harus dilakukan dengan tepat agar tidak mengalami dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Tri Wahyuni menjelaskan bahwa kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi meskipun waktu minum terbatas.

Menurutnya, puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam, sehingga umat Muslim perlu mengatur pola minum dengan baik agar metabolisme tubuh tetap seimbang dan stamina terjaga.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Serambinews.com, dr. Tri Wahyuni menyarankan penerapan metode 2-4-2 sebagai panduan praktis memenuhi kebutuhan cairan harian. 

Berhubungan Intim Saat Puasa Ramadhan, Kapan Waktu yang Tepat Agar Terhindar Kafarat?

Pola ini terdiri dari dua gelas air putih saat berbuka untuk mengganti cairan yang hilang setelah seharian berpuasa, empat gelas di malam hari yang bisa diminum setelah salat Tarawih hingga sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi sebelum kembali berpuasa.

Ia menambahkan, menjaga hidrasi sangat penting karena tubuh tidak bisa minum sewaktu-waktu saat puasa. 

Dengan pola minum yang tepat, seseorang dapat mengurangi risiko pusing, lemas, hingga gangguan konsentrasi yang sering terjadi akibat kekurangan cairan.

Selain itu, dr. Tri Wahyuni mengingatkan masyarakat untuk membatasi minuman berkafein dan bersoda saat sahur maupun berbuka karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu dehidrasi. 

Konsumsi makanan terlalu manis juga sebaiknya dikurangi agar energi tidak cepat turun dan tubuh tetap stabil selama puasa.

Pendapat serupa disampaikan ahli gizi klinis, dr. Samuel Oetoro, yang menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan air putih minimal delapan gelas per hari meskipun dilakukan di luar waktu puasa. 

Ia menyarankan masyarakat untuk membagi konsumsi air secara bertahap mulai dari berbuka, malam hari, hingga sahur agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Dengan pengaturan pola minum yang disiplin, pemilihan makanan sehat, serta istirahat cukup, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh semangat sepanjang bulan Ramadan.

"Manfaatnya untuk rehidrasi, artinya mengganti cairan yang keluar dari tubuh selama puasa," ujar Samuel, dikutip dari Kompas.com, 25 April 2020.

Menurutnya, meski seseorang sedang berpuasa, tubuh yang tetap beraktivitas akan mengeluarkan keringat. Keringat yang keluar dari tubuh inilah yang harus diganti.

Bagimana Cara Ganti Password WiFi Rumah, Simak Kode IP dan Cara Reset Modem

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved