Kejari Tahan Pejabat Pemkab Kapuas Hulu Terlibat Tipikor Pembangunan Terminal Bunut Hilir

Karena perbuatan yang telah dilakukan oleh tersangka G menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp. 316.742.294,68.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
Dok. Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu
Tersangka G saat dibawa Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu ke Rutan Putussibau, untuk ditahan selama 20 hari kedepannya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu kembali menahan satu orang perempuan tersangka kasus dugaan tindakan pidana Tipikor Pembangunan dan Penimbunan terminal Bunut Hilir Tahun anggaran 2018 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu 30 Maret 2022.

Satu orang perempuan tersebut yaitu beranisial G, yang merupakan saat ini masih pejabat Pemkab Kapuas Hulu yang masih aktif, dan yang bersangkutan sudah ditahan ke Rutan Putussibau selama 20 hari kedepannya.

Kasi Intel Kejari Kapuas Hulu Adi Rahmanto menyatakan, menetapkan G sebagai tersangka, setelah Tim penyidik tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, melakukan serangkaian tindakan penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : ND-05/O.1.16/Fd.1/02/2022 tanggal 07 Februari 2022.

Dalam Kasus Tipikor Pembangunan Terminal Bunut Hilir Terdakwa Satriadi Terima Transfer Dua Kali

"Setelah yakin dengan mengumpulkan alat bukti yang cukup kuat dan melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi yang diperiksa baik dari pejabat maupun swasta dengan ini tim penyidik, kembali melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi atas nama tersangka inisial G," ujarnya.

Tersangka G disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi. 

Dijelaskan Adi, tersangka G merupakan PPK kegiatan Pembangunan atau Penimbunan terminal Bunut Hilir Tahun anggaran 2018.

Karena perbuatan yang telah dilakukan oleh tersangka G menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp. 316.742.294,68.

"Sebelumnya kedua terdakwa yakni S dan LS yang saat ini telah menghadapi persidangan di PN Tipikor Pontianak. Sedangkan tersangka G akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak, untuk dilakukan penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved