Jelang Ramadhan, Masyarakat Resah Jika Minyak Goreng Mahal dan Sulit Didapatkan di Pasaran

Masyarakat dibuat khawatir, akankah ada ketersediaan stok minyak goreng untuk menyambut bulan Ramadan, yang hanya tinggal beberapa minggu lagi. Atau m

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Potret Ibu-Ibu yang ikut mengatri Minyak Goreng Curah Subsidi, di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, Kamis, 10 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sulitnya menemukan minyak goreng sudah menjadi isu harian nasional di Indonesia untuk beberapa minggu belakangan ini. 

Masyarakat dibuat khawatir, akankah ada ketersediaan stok minyak goreng untuk menyambut bulan Ramadan, yang hanya tinggal beberapa minggu lagi. Atau malah sebaliknya.

Masyarakat merasakan dilema terhadap fenomena kelangkaan minyak goreng ini, dari harga melangit untuk minyak goreng non subsidi, serta minimnya ketersediaan stok minyak goreng bersubsidi.

Di satu sisi masyarakat perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan minyak goreng. Di sisi lain masyarakat perlu mengatre panjang di tengah pandemi, dengan harapan mendapatkan minyak goreng harga subsidi. 

Catat! Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Minyak Goreng Singkawang

Kelangkaan stok minyak goreng ini juga tentunya terjadi di Kota Pontianak, untuk meredam kebinggungan masyarakat, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya.

Satu di antara keseriusan Pemerintah dalam meredam kebingungan masyarakat terkait ketersediaan minyak goreng, yaitu dengan terus berkordinasi kepada Distributor minyak goreng, dan instansi terkait. Serta menyelengarakan operasi pasar minyak goreng murah.

Bahkan menjelang Ramadan ini, Wako Pontianak akan menyurati Menteri Perdagangan RI demi mendapatkan titik terang terkait ketersediaan minyak goreng, khususnya di Daerah. 

Berbicara soal ketersediaan stok minyak goreng, satu di antara warga Kota Pontianak, Rendra, memberikan komentarnya terkait kelangkaan bahan pokok olahan dari sawit ini.

“Semakin hari orang yang nyari, saya rasa makin ramai, salah satunya saya, nyari untuk kebutuhan rumah,” jelasnya, Minggu, 13 Maret 2022.

Menurut Rendra, tingginya minat masyarakat untuk mencari minyak goreng hari-hari ini, karena untuk persiapakan menyambut bulan suci Ramadan.

“Mungkin ini faktor sebentar lagi masuk bulan puasa, jadi orang ramai-ramai, nyari minyak goreng untuk persiapan,” ungkapnya.

Pria berumur 24 tahun ini menuturkan, perlu perjuangan lebih agar bisa mendapatkan minyak goreng di kondisi saat ini. 

“Operasi minyak murah pun rame sekali dan ngantri panjang, benar-benar butuh effort lebih untuk dapat minyak goreng zaman sekarang ni,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suriansyah, memberikan tanggapannya terkait ketersediaan stok kebutuhan pangan menjelang ramadan ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved