Berkas Tersangka Korupsi Terminal Bunut Hilir Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan, untuk sementara baru dua orang tersangka yang sudah ditetapkan yaitu berinisial ST dan LS

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Sahirul Hakim
Direktur CV. Jaya Abadi, LS sebagai tersangka dalam dugaan kasus Tipikor pembangunan terminal Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, saat ditahan ke Rutan Putussibau, Senin 7 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kejaksaan Negeri Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, akan segera melimpah berkas persidangan tersangka dugaan kasus tindakan pidana korupsi (Tipikor) pembangunan terminal Bunut Hilir, di Kecamatan Bunut Hilir, ke Pengadilan Tipikor Negeri Pontianak.

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan, untuk sementara baru dua orang tersangka yang sudah ditetapkan yaitu berinisial ST dan LS (perempuan).

"Saat ini kedua tersangka masih dalam penahanan di Rutan Putussibau selama 20 hari kedepannya," ujarnya kepada wartawan, Selasa 8 Februari 2022.

Wahyudi Hidayat Sebut Ustadz Yusuf Mansyur Akan Isi Tabligh Akbar di Kabupaten Kapuas Hulu

Dimana tersangka pertama yaitu ST, yang merupakan rekan dari tersangka kedua berinisial LS adalah sebagai Direktur CV Jaya Abadi, dan saat ini keduanya sama-sama ditahan di Rutan Putussibau.

"Kami terus melakukan penyidikan kasus dugaan Tipikor pembangunan terminal Bunut Hilir, dan mendalami keterangan saksi-saksi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya," ucapnya.

Atas perbuatan dugaan Tipikor terhadap pembangunan terminal Bunut Hilir tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 316 juta lebih, dengan anggaran APBD Kapuas Hulu tahun 2018 di Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu sebesar Rp 1,69 miliar.

Sedangkan masa kontrak kerja selama 120 hari, yang berlangsung dari tanggal 4 September 2018 sampai dengan 31 Desember 2018. Namun pekerjaan tersebut tidak selesai dengan jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak.

Kemudian terhadap kontraktor diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan, namun masih tidak terselesaikan, sehingga pada bulan Oktober Tahun 2019 Dinas Perhubungan Kapuas Hulu melakukan pemutusan kontrak pembangunan Terminal Bunut Hilir. (*)

[Update informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved