Breaking News:

Harisson Sebut Pelaksanaan PTM Terbatas di Kalbar Mengacu pada Capaian Vaksinasi Fasyankes

Peraturan kapasitas peserta didik dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mendapatkan rambu-rambu dari Kemendikbud melalui SKB 4 Menteri.

Dimana memasuki semester dua tahun ajaran 2021/2022 satuan pendidikan pada level 1, 2, dan 3 PPKM wajib menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Mulai Januari 2022, satu diantaranya yang tertuang pada penyesuain SKB 4 Menteri, dimana untuk semua satuan pendidikan pada Level I,II, III PPKM wajib melaksanan PTM Terbatas.

Peraturan kapasitas peserta didik dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik, tenaga pendidik, dan warga masyarakat lansia.

Kinerja Keuangan Bank Kalbar Tahun 2021 Tunjukan Nilai yang Luar Biasa

Kecuali pada satuan pendidik di daerah khusus karena kondisi geografis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan untuk pelaksanaan PTM Terbatas di Provinsi Kalbar tentu untuk capaian vaksinasi mengacu pada data vaksinasi yang dilakukan di Fasyankes masing-masing daerah.

"Kalau untuk sekolah masih berdasarkan hasil vaksinasi fasyankes dalam rangka melindungi anak sekolah," ujarnya, Rabu 5 Januari 2021.

"Dimana dalam satu populasi misalnya di Pontianak ini tidak peduli dia KTP mana yang penting adalah cakupan vaksinasi dilakukan disitu," lanjutnya.

Artinya orang tersebut masih bersosialisasi di kota tersebut yang bisa mempengaruhi status kesehatan misalnya pada anak sekolah.

“Maka yang diperhitungkan adalah capaian vaksinasi berdasarkan fasyankes. Seperti kalau berdasarkan data fasyankes capaian vaksinasi dosis satu Kota Pontianak sudah 83,16 persen , tapi berdasarkan KTP baru 66, 20 persen,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved