Harga Rokok 2022 Naik, Sebungkus Ada yang Mencapai Lebih Dari Rp.40 Ribu

Tak ayal, sebungkus rokok pun kini ada yang telah mencapai harga lebih dari Rp.40 ribu.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Lulus Kasi P2 Bea Cukai Pontianak menunjukkan barang bukti 3175 bungkus rokok yang diduga menggunakan pita cukai palsu, di KPP Bea Cukai TMP B Pontianak, Jalan Rahadi Osman, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/2/2019) siang. Ribuan rokok tersebut rencananya akan dipasarkan di Sanggau dan masuk melalui Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Harga rokok ditahun 2022 mengalami kenaikan.

Hal ini dampak dari Cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok telah resmi naik pada Sabtu 1 Januari 2022

Kenaikan rata-rata yang terjadi adalah sebesar 12 persen dan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya di mana mencapai 12,5 persen.

Tak ayal, sebungkus rokok pun kini ada yang telah mencapai harga lebih dari Rp.40 ribu.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyatakan, kenaikan cukai rokok tersebut dipertimbangkan dari empat aspek yaitu pengurangan konsumsi rokok, perhatian kepada buruh di pabrik rokok, hingga penyebaran rokok ilegal.

Sri Mulyani juga menambahkan jika naiknya cukai rokok ini sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini adalah cukai baru yang akan berlaku mulai bulan Januari dan Pak Presiden meminta kepada kita segera selesaikan supaya tetap bisa menjalankan per 1 Januari,” ucap Sri Mulyani.

Semua Harga Rokok Resmi Naik Tahun 2022 - Rincian Lengkap Harga Rokok Sigaret, Cerutu dan Elektrik

Penjelasan Terkait Naiknya Cukai Rokok

Lalu terkait pertimbangan aspek pengurangan konsumsi rokok, pemerintah ingin adanya penurunan pengeluaran pembelian rokok bagi masyarakat khususnya warga miskin seperti dikutip dari kemenkeu.go.id.

Pada penjelasannya, konsumsi rokok menjadi pengeluaran kedua tertinggi masyarakat miskin di perkotaan dan pedesaan setelah konsumsi beras.

Secara persentase, konsumsi rokok mencapai 11, persen di perkotaan dan 11,24 persen di pedesaan. Bahkan lebih tinggi dibanding pengeluaran untuk protein seperti daging, telur tempe, serta ikan.

Selain itu menurut Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia, kenaikan 1 persen pengeluaran untuk rokok membuat naiknya risiko rumah tangga menjadi miskin sebesar 6 persen.

Tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi saja, kenaikan cukai rokok juga untuk menekan konsumsi rokok khususnya perokok anak-anak.

Masih dikutip dari sumber yang sama, pemerintah menargetkan prevalensi merokok anak Indonesia usia 10-18 tahun turun minimal menjadi 9,7 persen di tahun 2024.

Rincian Harga Rokok Naik 2022 Lengkap Jenisnya

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved