Pola Hidup Sehat

Cara Mengurangi Sakit Perut Saat Haid, Kenali Nyeri Haid yang Tidak Normal ?

Untuk para wanita, tidak jarang kram perut muncul saat Anda sedang menstruasi. Hal ini biasanya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Kenali Nyeri Haid yang Tidak Normal. 

5. Stenosis serviks

Ada wanita yang serviksnya menyempit atau sepenuhnya tertutup setiap waktu.

Kondisi ini dalam istilah medis adalah stenosis serviks.

Stenosis serviks adalah kondisi langka saat diameter serviks sangat kecil sehingga membuat aliran darah haid jadi lebih lambat.

Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan dalam rahim meningkat dan menyebabkan rasa sakit.

Sempitnya seviks membuat aliran darah haid jadi terhambat.

Akibatnya, hal ini bisa memicu penumpukan darah dalam uterus (hematometra).

Sebelum usia menopause, stenosis serviks bisa menyebabkan masalah menstruasi. Kondisi ini menjadi penyebab nyeri haid yang luar biasa sakit.

Selain itu, stenosis serviks juga bisa menyebabkan wanita tidak haid (amenore) atau justru perdarahan yang abnormal.

Cara Mengurangi Rasa Sakit Saat Nyeri Haid

Kabar baik untuk Anda, ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri haid Anda.

  • Minum air putih

Minum air putih yang banyak pasti adalah anjuran yang sudah tidak asing didengar.

Tetapi memang, minum air putih banyak manfaatnya, termasuk untuk mengurangi nyeri haid.

Air putih hangat biasanya lebih baik untuk mengatasi kram, karena cairan hangat meningkatkan kelancaran peredaran darah ke kulit dan membantu merelaksasikan otot yang kram.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung banyak air, seperti selada, seledri, mentimun, semangka, dan buah beri.

  • Mengonsumsi makanan yang dapat mengurangi rasa sakit

Berikut adalah daftar makanan yang dapat Anda konsumsi untuk mengurangi rasa sakit atau kram saat Anda sedang menstruasi:

1. Makanan yang mengandung kalsium

Kalsium dapat membantu mengurangi kram otot saat menstruasi.

Direkomendasikan untuk wanita berusia 19-50 tahun untuk mengonsumsi sekitar 1000 mg kalsium setiap harinya.

Berikut adalah daftar makanan yang kaya akan kalsium:

  • Makanan berbasis susu
  • Almond
  • Sayuran berdaun hijau
  • Biji wijen

Kalsium juga bisa di dapat dari suplemen.

Akan tetapi, bicarakan dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen untuk memastikan suplemen tersebut aman untuk Anda.

2. Kayu manis (cinnamon)

Kayu manis memang sudah lama digunakan untuk mengurangi flu dan alergi.

Akan tetapi, ternyata, kayu manis juga bisa membantu mengurangi kram saat menstruasi.

Sebagai tambahan, kayu manis kaya akan serat, kalsium, dan zat besi.

Selain itu, kayu manis juga mengandung mangan, mineral yang dapat membantu mengurangi masalah-masalah saat menstruasi.

3. Jahe

Jahe dapat membantu meringankan masalah-masalah kesehatan seperti demam, flu, sakit kepala, dan nyeri haid.

Meminum sepotong jahe yang dicampurkan ke air hangat dapat membantu meringankan kram saat menstruasi.

4. Nasi merah

Nasi merah mengandung vitamin B6. Vitamin B6 dapat membantu Anda mengurangi kembung saat menstruasi.

5. Walnut, almond, dan biji labu (pumpkin seed)

Ketiga makanan yang disebutkan di atas kaya akan mangan, yang sudah seperti disebutkan sebelumnya, mangan adalah mineral yang dapat membantu mengurangi rasa sakit atau kram selama menstruasi.

6. Ayam, ikan, dan sayuran berdaun hijau

Ayam, ikan dan sayuran berdaun hijau ini mengandung zat besi.

Zat besi adalah salah satu komponen yang hilang saat menstruasi.

Oleh karena itu, baik untuk Anda untuk kembali “mengisi tubuh” Anda dengan zat besi melalui makanan yang Anda makan.

Daftar Obat Pereda Nyeri Haid di Apotik

Cara paling praktis untuk meredakan nyeri haid memang dengan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Namun perlu diingat bahwa selain obat, ada juga cara alami yang bisa dicoba untuk meredakan rasa sakit di sekitar perut dan punggung selama menstruasi.

Jika cara alami tersebut tidak juga berhasil meredaka gejala, maka Anda bisa mulai beralih ke obat-obatan seperti di bawah ini.

Namun ingat, sebelumnya, pastikan Anda tidak ada alergi terhadap obat-obatan ini, ya.

1. Ibuprofen

Selain bisa digunakan untuk meredakan demam, sakit punggung, atau sakit gigi, ibuprofen juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri haid.

Sebagai obat yang masuk dalam golongan OAINS, ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon yang menjadi penyebab munculnya peradangan dan nyeri ditubuh.

Obat ini bisa diminum setelah makan dan harus sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Jangan minum ibuprofen melebihi dosis yang dianjurkan meski nyeri haid yang dirasakan cukup parah.

Sebab pada beberapa orang, obat ini bisa memberikan efek samping berupa perdarahan dan gangguan ginjal.

2. Asam mefenamat

Sama seperti ibuprofen, asam mefenamat juga termasuk sebagai obat golongan OAINS. Karena bersifat asam, obat ini harus diminum setelah Anda makan.

Jika memiliki gangguan asam lambung, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Asam mefenamat adalah obat yang hanya bisa digunakan untuk jangka pendek, yaitu kurang dari 7 hari, untuk meredakan nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang.

3. Naproxen

Naproxen adalah salah satu obat nyeri haid yang dianggap ampuh.

Juga masuk ke dalam golongan OAINS, obat ini sebaiknya dikonsumsi dalam dosis yang terkecil terlebih dahulu.

Jika mempunyai riwayat asma, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini.

4. Aspirin

Aspirin juga bisa jadi salah satu pilihan untuk meredakan nyeri haid.

Namun obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang masih berusia di bawah 16 tahun.

Sama seperti naproxen, obat ini pun sebaiknya tidak dikonsumsi oleh Anda yang punya riwayat asma serta gangguan lambung, ginjal, dan hati.

5. Ketoprofen

Ketoprofen juga bisa dijadikan obat nyeri haid, terutama yang dirasakan akibat kram menstruasi.

Obat ini masih termasuk dalam golongan NSAID, dan biasa digunakan untuk meredakan rasa sakit yang ringan.

6. Kalium Diclofenac

Obat kalium dikofenak terbukti dapat membantu meredakan rasa nyeri akibat menstruasi.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 24 orang perempuan, mengonsumsi kalium diklofenak 50 mg sebanyak tiga kali sehari, berhasil meredakan nyeri haid selama 24 jam kedepan.

7. Paracetamol

Berbeda dari obat-obat di atas, paracetamol tidak termasuk dalam golongan OAINS.

Jadi jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan golongan tersebut, paracetamol bisa menjadi salah satu alternatif penggantinya.

Obat ini tidak hanya bisa redakan demam, tapi juga rasa sakit tingkat ringan hingga sedang.

Apabila Anda termasuk yang rutin merasakan nyeri haid, mengonsumsi obat satu hari sebelum menstruasi tiba dan dilanjutkan selama 2-3 hari kemudian, bisa membantu mengontrol rasa sakit.

Anda juga dapat mengompres area perut atau punggung bawah dengan handuk dan air hangat atau mandi air hangat untuk membuat nyeri jadi lebih cepat reda.

Anda juga disarankan untuk lebih banyak istirahat, tidak mengonsumsi terlalu banyak garam, kafein, serta alkohol.

Terakhir, memijat punggung atau perut juga dinilai efektif untuk membantu meredakan nyeri haid. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved